Viral Media Sosial
Viral Calon Bintara Polri Gagal Diterima: Politisi Nasdem Ungkap Hasil Pemeriksaan Tak Buta Warna
Diketahui, Fahri dinyatakan tidak lolos seleksi tahap I oleh Biro SDM Polda Metro Jaya karena mengalami buta warna parsial.
TRIBUNTERNATE.COM - Seorang pemuda bernama Fahrifadillah Nur Rizky (21) saat ini tengah menjadi sorotan.
Pria yang akrab disapa Fahri itu sempat viral di media sosial berkat video pengakuannya yang gagal masuk Pendidikan Polri padahal sudah dinyatakan lolos.
Dalam video itu, Fahri menyebut bahwa posisi dirinya digantikan oleh siswa yang sebelumnya dinyatakan gagal, sehingga muncul dugaan adanya siswa titipan.
Diketahui, Fahri dinyatakan tidak lolos seleksi tahap I oleh Biro SDM Polda Metro Jaya karena mengalami buta warna parsial.
Kini, Fahri pun mengungkapkan bukti bahwa dirinya tidak buta warna.
Video Fahri pun menuai sorotan dari sejumlah pihak, termasuk anggota Komisi I DPR RI, Hillary Brigitta Lasut.
Hillary Brigitta Lasut terus vokal menyuarakan permasalahan Fahri sejak Senin (31/5/2022) lalu.
Baca juga: Viral Pemuda Gagal Masuk Pendidikan Polri: Sebelumnya Dinyatakan Lolos, Diduga Ada Siswa Titipan
Dalam unggahan di akun Instagram terbarunya, Hillary kembali menjelaskan alasan dirinyaa membela Fahri dalam kasus ini.
Politisi Nasdem tersebut mengklaim bahwa hasil pemeriksaan dokter terkait tes buta warna Fahri di dua rumah sakit, yakni RS Moh Ridwan Meuraksa dan RS Harapan Bunda, menyatakan siswa itu tak mengalami permasalahan di matanya.
"Banyak yang bertanya kenapa saya membantu Fahri Fadilah sampai merepost. Ketika di diagnosa mengidap suatu penyakit, pada umumnya dokter akan menyarankan untuk mencari second opinion atau opini kedua, bisa berupa pemeriksaan ke dokter lain. Dalam kasus Fahri, salah satunya dari RS MILITER dan dari sentra mata menyatakan hasil pemeriksaan tidak buta warna. Begitu juga dengan hasil test dan hasil supervisi sebelum pengumuman kelulusan," tulis Hillary sambil mengunggah bukti surat hasil pemeriksaan mata Fahri, Rabu (1/6/2022).
Hillary menyebut diagnosis itu merupakan pembanding yang kompeten untuk mengubah hasil tes buta warna Fahri agar dapat dipertimbangkan.
Sebab, menurut Hillary dalam dunia medis satu diagnosa perlu dibandingkan hasil tes lain untuk membuktikan penyakit yang diderita Fahri.
"Karena di dunia kesehatan sangat disarankan mencari second opinion," imbuhnya.
Baca juga: Update Viral Wanita Bersuami Dua di Cianjur: Suami Pertama Jatuhkan Talak 3, Belum Ada Gugatan Cerai
Baca juga: Terkejut karena Viral Mirip dengan Anderson Paak, Pak Tarno: Ya Bangga, Seneng, Sama-sama Terkenal
Sebut Fahri memiliki kapabilitas
Kelulusan Fahri pada seleksi Bintara Polri dengan menempati ranking ke-35 dari 1.200 membuktikan pemuda asal Jakarta Timur itu sangat memiliki kapabilitas yang mumpuni.