Makanan dan Transportasi Sumbang Inflasi Kota Ternate 0,27 Persen
Selama Mei 2022, BPS Maluku Utara mencatat Kota Ternate menfalami inflasi sebesar 0,27 persen.
Penulis: Laode Havidl | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM - BPS Maluku Utara mencatat, Kota Ternate alami Inflasi 0,27 persen.
Disumbang sub sektor bahan makanan, air, listrik, perlengkapan rumah tangga, dan transportasi.
Kepala BPS Maluku Utara, Aidil Adha mengungkapkan Kota Ternate alami inflasi 0,27 persen, atau Indek Harga Konsumen (IHK) 108,66.
Dari 90 kota IHK, 87 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi.
Baca juga: BPS Klaim Maluku Utara Masuk Dalam Provinsi Paling Bahagia di Indonesia
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan 2,24 persen, dan inflasi terendah di Kota Gunungsitoli dan Kota Tangerang 0,05 persen.
Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kota Kotamobagu 0,21 persen, dan deflasi terendah terjadi di Kota Merauke 0,02 persen.
Sementara, tingkat inflasi tahun kalender Mei 2022 (Mei 2022 terhadap Desember 2021) 0,08 persen.
Dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2022 terhadap Mei 2021) 1,65 persen.
Dijelaskan, Mei 2022, Kota Ternate mengalami inflasi pada empat kelompok pengeluaran.
Sementara Deflasi pada satu kelompok pengeluaran, dan enam kelompok pengeluaran stagnan.
"Kelompok yang mengalami inflasi yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,31 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,36 persen."
"Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,09 persen dan kelompok transportasi 0,83 persen, "ungkapnya.
Kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,11 persen.
Baca juga: Askab Morotai Sesalkan Cabor Sepakbola Absen di Popda, Pendanaan Jadi Kendala
Lebih lanjut, ada beberapa subsektor lain mengalami Stagnan atau, tidak berubah, Kelompok Pakaian, Kelompok Informasi dan Pendidikan.
"Sementara kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok kesehatan; kelompok Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan."
"Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; kelompok Pendidikan; dan kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran tidak mengalami perubahan indeks stagnan, "pungkasnya. (*)