Masker Tak Diperlukan, CDC Sebut Virus Cacar Monyet Tak Menular Lewat Udara tapi Lewat Kontak Fisik

Virus cacar monyet atau monkeypox yang sebelumnya disebut dapat menular melalui udara ternyata hanya bisa menular melalui kontak fisik dan cairan.

Brian W.J. Mahy/Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit/AFP
ILUSTRASI Virus cacar monyet atau monkeypox - Foto diambil oleh CDC pada tahun 1997 selama penyelidikan wabah cacar monyet, yang terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC), dan menggambarkan permukaan punggung kasus cacar monyet di seorang pasien yang menunjukkan munculnya ruam karakteristik selama tahap penyembuhan. 

"Penularan monkeypox jarak jauh (misalnya, melalui udara) belum pernah ditemukan," terang CDC.

Baca juga: Ada Kenaikan Kasus Aktif Covid-19, Masyarakat Diminta Tidak Lengah: Virus Masih Ada di Sekitar

Baca juga: Apakah Indonesia Sudah Transisi ke Endemi Covid-19? Ini Penjelasan Ketua Satgas Covid-19 IDI

Cacar monyet sebagian besar menyebar ketika orang melakukan kontak langsung dengan cairan tubuh atau luka seseorang yang terinfeksi cacar monyet.

Atau, lanjut CDC, orang bisa terinfeksi cacar monyet saat menyentuh pakaian atau linen yang telah tercemar oleh cairan orang yang terinfeksi monkeypox.

Otoritas kesehatan AS menyebut bahwa banyak kasus cacar monyet yang dikonfirmasi di seluruh dunia terjadi pada orang yang pernah berhubungan seks dengan orang lain.

CDC mengatakan bahwa pihaknya kini sedang mempelajari apakah monkeypox dapat menyebar melalui air mani.

Hingga Kamis (9/6/2022), CDC telah melaporkan adanya 45 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi di 15 negara bagian dan Distrik Columbia.

Sementara itu, secara global sudah ada lebih dari 1.200 kasus yang dilaporkan.

(TribunTernate.com/Ron)(WebMD)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved