Rabu, 13 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Buntut Promo Minuman Alkohol Catut Nama Muhammad dan Maria, GM Holywings: Kami Kecolongan

Pihak manajemen Holywings mengaku kecolongan soal penggunaan nama Maria dan Muhammad dalam promo yang dikeluarkan tim marketingnya.

Tayang:
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
ILUSTRASI Kafe Holywings Kemang, Jakarta Selatan. Pihak manajemen Holywings mengaku kecolongan soal penggunaan nama Maria dan Muhammad dalam promo yang dikeluarkan tim marketingnya. 

TRIBUNTERNATE.COM - Restoran dan bar Holywings saat ini tengah tersandung kasus dugaan penistaan agama setelah muncul promo minuman beralkohol gratis untuk pengunjung dengan nama Muhammad dan Maria.

Sementara itu, atas kasus pelanggaran lainnya terkait sertifikat standar dan ketentuan penjualan minuman beralkohol, beberapa outlet Holywings di DKI Jakarta dicabut izin usahanya.

Kini, pihak manajemen Holywings akhirnya buka suara usai gerainya di sejumlah wilayah disegel terkait kasus promo minuman beralkohol tersebut.

Mulanya, General Manajer Holywings Yuli Setiawan menyebutkan, promo minuman alkohol untuk pengunjung dengan nama tertentu telah berjalan dengan baik.

Katanya, promo itu sudah berlangsung selama tiga bulan.

Namun, promo menuai kontroversi saat tim marketing Holywings menggunakan nama Muhammad dan Maria.

Oleh karenanya, Yuli mengaku pihaknya kecolongan terkait penggunaan nama yang erat dengan keagamaan tersebut.

Sehingga, Holywings mau tidak mau harus menutup gerai-gerainya lantaran membuat promo dengan menyebutkan nama Maria dan Muhammad.

Baca juga: Holywings Jakarta Ditutup, 3.000 Orang Jadi Pengangguran, Bukti Pengawasan Pemprov DKI Lemah?

Baca juga: 2 Pelanggaran yang Sebabkan Izin Usaha 12 Outlet Holywings di Jakarta Dicabut

Baca juga: Promo Alkohol Gratis untuk Nama Muhammad dan Maria, Holywings Dilaporkan atas Kasus Penistaan Agama

Upaya marketing Holywings untuk memromosikan minumannya itu dianggap masyarakat sebagai bentuk penistaan agama.

"Kami kecolongan dalam penggunaan nama Maria dan Muhammad, kita tidak menyangka kalau yang digunakan itu nama Maria dan Muhammad setelah (promo itu) berjalan tiga bulan, karena memang promo itu sudah reguler dilakukan."

Promo Holywings yang catut nama Muhammad dan Maria.
Promo Holywings yang catut nama Muhammad dan Maria. (via Twitter @txtfrombrand)

"Misalnya (promo dengan menggunakan nama) Roni dan Ririn, tanggal 16 bulan Juni, tanggal 9 bulan Juni Eka dan Elisabeth, Firman dan Fenny, Wiliam dan Widya, Leo dan Lisa, Thomy dan Thalia, Kevin dan Kartika," kata Yuli dikutip dari Kompas TV, Rabu (29/6/2022).

Yuli menyebut saat ini tim bagian marketingnya telah ditetapkan menjadi tersangka.

Pihaknya juga akan mendalami lagi maksud dan tujuan para tersangka melakukan hal itu, apakah memang ada unsur kesengajaan atau tidak.

"Pihak marketing pun saat ini ditetapkan menjadi tersangka, dan Holywings pun menjadi korban karena ulah mereka karena tiga orang staf ini dan headnya baru bekerja tiga bulan, satu bulan dan dua Minggu."

"Jadi kita mendalami sebenarnya dalangnya siapa dan tujuannya apa yang benar-benar merontokkan dan menghancurkan Holywings," tegas Yuli.

Baca juga: Dituding Habiskan Rp30 M untuk Membungkam Adam Deni, Ahmad Sahroni Ngakak: Emang Ente Siape?

Baca juga: Sosok Raphinha, Direkrut Chelsea setelah Dilirik Barcelona dan Arsenal di Bursa Musim Panas 2022

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved