Virus Corona
Update Covid-19 Indonesia Jumat, 1 Juli 2022: Tambah 2.049 Kasus Baru, 1.921 Kasus Sembuh
Pada Jumat (1/7/2022), tercatat ada 2.049 tambahan kasus baru infeksi Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
TRIBUNTERNATE.COM - Angka kasus infeksi virus corona Covid-19 di Indonesia masih terus mengalami peningkatan.
Di Indonesia sendiri, kasus infeksi Covid-19 yang pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020 lalu.
Kini, pandemi Covid-19 di Indonesia telah berlangsung selama dua tahun.
Berdasarkan data yang disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan BNPB Indonesia pada Jumat (1/7/2022), tercatat ada 2.049 tambahan kasus baru infeksi Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
Dengan penambahan tersebut, maka total kasus Covid-19 terkonfirmasi di Indonesia kini mencapai 6.090.509.
Baca juga: Update Covid-19 Indonesia Kamis, 30 Juni 2022: Ada 2.248 Kasus Harian, Kasus Aktif Tembus 16.000
Baca juga: WHO: Masyarakat Tak Lagi Anggap Covid-19 sebagai Ancaman, Tetapi sebagai Ketidaknyamanan

Dalam kasus Covid-19 di Tanah Air, terdapat pula tambahan jumlah kasus kematian maupun jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh.
Periode 30 Juni - 1 Juli 2022, terdapat penambahan angka kematian akibat Covid-19 sebesar 3 kasus.
Kini, total kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia telah menembus angka 156 ribu, tepatnya 156.740 kasus.
Kemudian, jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh di Indonesia juga bertambah.
Tercatat, ada penambahan 1.921 pasien Covid-19 yang telah sembuh selama 24 jam terakhir.
Sehingga, jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh adalah 5.916.854 orang.
Sementara jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 16.915 kasus, bertambah 125 dari sehari sebelumnya.

Baca juga: Epidemiolog Minta Pemerintah Gencarkan Pemakaian Masker untuk Antisipasi Gelombang 4 Covid-19
Baca juga: Media Asing Soroti Indonesia yang Yakin Bisa Atasi Lonjakan Kasus Covid BA.4 dan BA.5
Penularan Covid-19 Diprediksi Meningkat
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Kamis kemarin bahwa pihaknya memperkirakan akan terjadi penularan 'tingkat tinggi' virus corona (Covid-19) di Eropa musim panas ini.
Lembaga tersebut pun meminta negara-negara di Eropa untuk memantau penyebaran virus tersebut, saat kasus meningkat 3 kali lipat dalam sebulan terakhir.
"Saat negara-negara di kawasan Eropa telah mencabut langkah pembatasan sosial yang sebelumnya ada, virus akan menular pada tingkat tinggi selama musim panas. Virus ini tidak akan hilang hanya karena negara-negara berhenti mencarinya. Karena masih menyebar, masih berubah dan masih merenggut nyawa," kata Direktur Regional WHO Eropa, Hans Kluge.
Dikutip dari laman www.france24.com, Jumat (1/7/2022), menurut data WHO, dengan penyebaran subvarian Omicron BA.5 yang lebih ringan namun lebih menular ke seluruh benua itu, saat ini 53 negara di kawasan Eropa mencatat kasus di bawah 500.000 per hari.

Angka tersebut tentu saja naik dari sekitar 150.000 kasus setiap hari pada akhir Mei lalu.
Austria, Siprus, Prancis, Jerman, Yunani, Luxembourg, dan Portugal adalah negara-negara dengan tingkat insiden tertinggi, dengan hampir semua negara di kawasan itu mengalami peningkatan kasus.
Setelah mencatat sekitar 4.000 hingga 5.000 kasus kematian per hari sepanjang musim dingin, Eropa saat ini mengalami sekitar 500 kematian per hari, hampir sama dengan tingkat yang dicatat selama musim panas 2020.
WHO pun mendesak orang-orang yang mengalami gejala pernafasan untuk melakukan isolasi, mengikuti perkembangan vaksinasi mereka dan memakai masker di tempat-tempat ramai.
Kluge juga meminta negara-negara anggota untuk terus menguji virus tersebut.
"Kita harus terus mencari virus karena jika kita tidak melakukan itu, maka akan membuat kita semakin buta terhadap pola penularan dan evolusi virus," kata Kluge.
Ia juga meminta negara-negara untuk meningkatkan tingkat vaksinasi mereka.
"Kekebalan populasi yang tinggi dan pilihan yang dibuat demi menurunkan risiko pada orang tua adalah kunci untuk mencegah kematian lebih lanjut pada musim panas ini," tegas Kluge.
(TribunTernate.com) (Tribunnews.com)