Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Media Asing Soroti Indonesia yang Yakin Bisa Atasi Lonjakan Kasus Covid BA.4 dan BA.5

Media asing menyoroti keyakinan Indonesia dapat mengatasi gelombang kenaikan kasus Covid-19 berikutnya.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
ILUSTRASI TES PCR COVID-19 - Media asing menyoroti keyakinan Indonesia dapat mengatasi gelombang kenaikan kasus Covid-19 berikutnya. 

TRIBUNTERNATE.COM - Media asing menyoroti keyakinan Indonesia dapat mengatasi gelombang kenaikan kasus Covid-19 berikutnya.

Diketahui, kasus Covid-19 di Indonesia mulai mengalami kenaikan.

Kenaikan kasus ini, kemungkinan didorong oleh subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, karena sebagian besar masyarakat memiliki tingkat antibodi yang tinggi akibat infeksi sebelumnya dan vaksinasi.

Dalam sebuah wawancara bersama media asal Singapura, The Straits Times, Selasa (14/6/2022), Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengatakan jika tidak ada varian baru yang muncul, Indonesia akan siap untuk menganggap virus corona sebagai endemik akhir tahun ini.

"Saya sangat percaya berdasarkan bukti bahwa itu akan lebih ringan daripada gelombang Delta dan Omicron," kata Budi.

Budi mengacu pada gelombang kenaikan kasus Covid-19 berikutnya yang diperkirakan terjadi pada Juli.

Keyakinan Budi ini didasari oleh kenaikan kasus kali ini, disebabkan karena varian BA.4 dan BA.5.

Baca juga: Meski Sudah Booster, Orang yang Pernah Tertular Covid-19 Omicron Takkan Kebal dengan Varian Terbaru

Baca juga: Sudah Terdeteksi di Indonesia, Simak Gejala dan Pencegahan Subvarian Baru Omicron BA.4 dan BA.5

Di Afrika, kenaikan kasus yang diakibatkan oleh BA.4 dan BA.5 memuncak pada tingkat yang lebih rendah daripada yang terlihat dengan gelombang Omicron asli.

Selain itu, survei serologis pada bulan Maret lalu menunjukkan bahwa 99,2 persen penduduk Indonesia memiliki antibodi Covid-19 karena kombinasi infeksi dan vaksinasi.

Angka tersebut lebih tinggi dari angka 88,6 persen yang dilaporkan dalam survei serupa pada Desember tahun lalu.

ILUSTRASI Orang yang mengalami Long Covid berminggu-minggu setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19 Omicron.
ILUSTRASI Orang yang mengalami Long Covid berminggu-minggu setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19 Omicron. (Pexels/Gustavo Fring)

Kasus Covid-19 di Indonesia secara umum berada dalam tren menurun dan tingkat kepositifannya (positivity rate) di bawah 5 persen.

Sementara itu, sebagian besar pembatasan di Indonesia juga telah dilonggarkan.

“Mudah-mudahan Juli nanti (kami akan mencapai) puncak varian BA.4 dan BA.5, dan karena tingkat antibodi kami masih tinggi, kami yakin tingkat keparahan dan tingkat rawat inap akan rendah,” kata Budi.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Naik Drastis, Satgas Covid-19 Ungkap Faktor Penyebabnya, Varian Baru?

Baca juga: Subvarian BA.4 dan BA.5 yang sangat Menular Telah Masuk ke Indonesia, Apakah Mengkhawatirkan?

Budi mengatakan, jika gelombang kenaikan kasus Covid berikutnya diperkirakan akan mulai menurun sekitar bulan Agustus atau September, dan jika tidak ada varian baru yang muncul, diharapkan hal itu akan menjadi pertanda baik untuk transisi dari pandemi ke endemik.

Meskipun demikian, menurut Budi, bukan berarti Indonesia akan berpuas diri.

Budi mengatakan Indonesia akan mempercepat peluncuran vaksin booster dan terus mendesak masyarakatnya untuk mempraktikkan tanggung jawab menjaga diri.

Mulai dari memakai masker wajah, menerapkan kebersihan yang baik, melakukan tes mandiri secara teratur dan mengisolasi diri jika mereka dinyatakan positif Covid-19.

(TribunTernate.com/Qonitah)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved