Virus Corona
Update Covid-19 Indonesia Jumat, 15 Juli 2022: Ada 3.331 Kasus Baru, 2.842 Kasus Sembuh, 6 Meninggal
Pada Jumat (15/7/2022), tercatat ada 3.331 tambahan kasus baru infeksi Covid-19 dalam 24 jam terakhir, seperti dilansir dari laman covid19.go.id.
TRIBUNTERNATE.COM - Angka kasus infeksi virus corona Covid-19 di Indonesia masih terus mengalami peningkatan.
Pada Jumat (15/7/2022), tercatat ada 3.331 tambahan kasus baru infeksi Covid-19 dalam 24 jam terakhir, seperti dilansir dari laman covid19.go.id.
Dengan penambahan tersebut, maka total kasus Covid-19 terkonfirmasi di Indonesia kini mencapai 6.127.084.
Dalam kasus Covid-19 di Tanah Air, terdapat pula tambahan jumlah kasus kematian maupun jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh.
Baca juga: Update Covid-19 Indonesia Kamis, 14 Juli 2022: Tambah 3.584 Kasus Baru, 2.872 Kasus Sembuh
Baca juga: WHO: Masyarakat Tak Lagi Anggap Covid-19 sebagai Ancaman, Tetapi sebagai Ketidaknyamanan
Pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 2.842 orang.
Sehingga, jumlah pasien Covid-19 yang telah sembuh adalah 5.945.278 orang.
Di sisi lain, ada penambahan 6 kasus kematian akibat Covid-19.
Kini, total kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia telah menembus angka 156 ribu, tepatnya 156.833 kasus.
Adapun total kasus aktif di Indonesia bertambah 483 menjadi 24.973 orang.

Ada Indikator Terjadi Gelombang Covid-19
Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman mengungkap adanya indikator terjadinya gelombang Covid-19.
Hal itu dilihat dari kenaikan kasus infeksi yang konsisten selama dua minggu terakhir.
"Ada kenaikan kasus, yang peningkatannya itu konsisten, bukan naik turun. Dalam dua minggu, pergerakan itu menunjukkan kita masuk dalam suatu gelombang," ungkapnya pada Tribunnews, Selasa (12/7/2022).
Di sisi lain, Dicky menyebutkan jika gelombang kasus Covid-19 pun memiliki perbedaan antar daerah. Apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan.
"Puncak di Jawa dianggap puncak di Indonesia, ya enggak bisa. Atau bahkan puncak Jakarta dianggap puncak Indonesia. Enggak bisalah," tegasnya.
Baca juga: Ketua Satgas Covid-19 IDI Jelaskan Pentingnya Vaksin Booster sebagai Syarat Perjalanan
Baca juga: Mulai 17 Juli 2022, Vaksin Booster Bakal Jadi Syarat Perjalanan Dalam Negeri
Karena saat terjadi gelombang, dampaknya akan berbeda dan tidak menyerang satu daerah, misalnya pada aglomerasi saja.
Faktanya, Dicky menyebutkan jika setelah dua tahun ini, banyak yang tidak terdeteksi.
Bahkan di luar daerah aglomerasi, banyak berkontribusi.
Salah satu dampak yang tidak terdeteksi menurut Dicky adalah kasus kematian. Angka kematian merupakan indikator keparahan dampak satu pandemi.
"Dan itu terbukti dari estimasi oleh WHO. Yang saya bilang, di Indonesia, kasus dilaporkan itu 7 kali lipat lebih rendah dari pada yang diestimasi," tutupnya.
(TribunTernate.com) (Tribunnews.com)