Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Bank Indonesia Maluku Utara Keluhkan Jaringan, Meski Transaksi Digital di Ternate Meningkat

Meski tak menampik traksaksi digital alami kenaikan di Ternate, namun Bank Indonesia Maluku Utara masih memiliki satu kendala utara, yakni jaringan.

Penulis: Laode Havidl | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Yunita Kaunar
KENDALA: Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Maluku Utara, Setian mengungkapkan kendala jaringan membuat sedikit kendala pada transaksi digital. Meski begitu, mengungkapkan bahwa pembayaran non tunai (Merchant) di Kota Ternate alami kenaikan, Sabtu (16/7/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM - Meski pembayaran non tunai (Merchant) mengalami kenaikan, jika dibandingkan tahun sebelumnya. Namun Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara mengeluhkan jaringan/signal, yang dinilai belum menjangkau seluruh wilayah Maluku Utara.

"Merchant di Kota Ternate sudah cukup banyak, namun kendalanya adalah jaringan, dan masih ada blank spot pada beberapa titik, yang membuat merchant kesulitan untuk menerapkan pembayaran secara non tunai, "ungkap Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Maluku Utara, Setian, Sabtu (16/7/2022).

Menurutnya, pembayaran melalui digitalisasi merupakan kewenangan dari Bank Indonesia, dan 2021 Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara gencar, meningkatkan jumlah merchant yang mengaplikasikan ke Qris.

"Acuanya adalah agar masyarakat semakin banyak mempunya pilihan, ketika melakukan pembayaran ke merchant, karena tidak harus menggunakan tunai, "katanya.

Baca juga: Dokumen DPD Gerindra Maluku Utara untuk Verifikasi Partai Politik Pemilu 2024 Capai 80 Persen

Di mana di tahun ini, Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara, terus melakukan sosialisasi ke masyarakat, agar penggunaan merchan terus bertambah. Karena jika masyarakat banyak menggunakan Qris, tapi merchen-nya tidak adakan sulit juga.

"Maka dari tahun lalu, kita membidik merchant dan tahun ini, kita targetkan ke penggunanya, "harapnya.

Tahun ini meskipun merchant meningkat pesat dibandingkan tahun lalu, ternyata di lapangan Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara, menghadapi berbagai macam kendala.

"Malah paling signifikan di Maluku Utara adalah soal jaringan, dan masih banyak titik yang bleng spot, yang belum terjangkau dengan jaringan, "keluhnya.

Lebih lanjut bahwa adapun beberapa merchant yang telah di Qris-kan, namun masih terkendala penggunaanya, karena terkendala jaringan.

Baca juga: BPS Klaim Penduduk Miskin di Maluku Utara Turun 1,31 Ribu Orang pada Maret 2022.

"Kadang masyarakat yang datang ke tokoh, mau bayar pake Qris, tapi tidak bisa karena kendala jaringan, terpaksa mereka menyarankan untuk membayarnya secara tunai saja, "bebernya.

Ada pun merchant yang punya Qris, dan sudah lama tidak menggunakan mereka juga bingung, untuk menggunakannya.

"Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara terus gencar melakukan sosialisasi, kepada pengguna dan juga merchant, agar mau menggunakan Qris sebagai sistem pembayaran, kadang jarang digunakan, maka Qris itu hanya dijadikan sebagai pajangan, "pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved