Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Bocah SD di Tasikmalaya Depresi hingga Meninggal Usai Dipaksa Setubuhi Kucing, Ini Fakta-faktanya

F meninggal dunia setelah dipaksa menyetubuhi seekor kucing dengan disaksikan oleh teman-temannya sambil diolok-olok. 

Tribunnews.com/Irwan Rismawan
Ilustrasi stop perundungan. Seorang anak SD di Tasikmalaya meninggal dunia setelah menjadi korban perundungan. Ia dipaksa setubuhi kucing dan videonya tersebar luas. 

TRIBUNTERNATE.COM - Nasib naas menimpa F (11), seorang bocah yang masih duduk di bangku SD di Tasikmalaya, Jawa Barat.

F meninggal dunia setelah dipaksa menyetubuhi seekor kucing dengan disaksikan oleh teman-temannya sambil diolok-olok. 

Tragisnya, aksi tersebut direkam hingga videonya pun tersebar luas. 

Orangtua korban, T (39), mengetahui rekaman anaknya dari tetangganya.

Akibat tersebarnya rekaman tersebut, korban menjadi depresi.

Baca juga: Pilu Bocah SD di Bali Meninggal Dianiaya Ayah karena Main Layangan, Korban Dipukul lalu Dibekap

Baca juga: 4 Fakta Bocah Penjual Jalangkote di Pangkep Di-bully: Viral di Media Sosial hingga Pelaku Ditangkap

Ia merasa malu setelah videonya menyebar hingga tak mau makan dan minum.

F juga sempat mengeluhkan sakit tenggorokan oleh ibunya. 

Ilustrasi meninggal.
Ilustrasi meninggal. (Tribunnews.com)

Buntutnya, F harus dirawat di rumah sakit karena kondisinya drop. 

Namun sayangnya nyawa F tak tertolong.

F meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit pada Minggu (17/7/2022). 

"Sepekan sebelum meninggal dunia, rekaman itu menyebar dan (dia) di-bully teman-temannya semakin menjadi-jadi."

"Anak saya jadi malu, tak mau makan minum, melamun terus sampai dibawa ke rumah sakit dan meninggal saat perawatan," jelas ibu kandung F, T (39), saat dihubungi, Rabu (20/7/2022), mengutip Kompas.com.

Ternyata, F tak hanya dipaksa melakukan aksi tak senonoh tersebut.

Bocah itu juga menjadi korban perundungan dan kerap dipukuli oleh teman-temannya saat main bersama. 

"Sebelum kejadian rekaman itu, korban juga mengaku suka dipukul-pukul oleh mereka."

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved