Jumat, 8 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Korupsi Anggaran Haornas

Kasus Korupsi Haornas, Kejari Sudah Periksa Ketua Panitia yang Kini Jabat Wali Kota Ternate

Kejari Akui Ketua Panitia Acara Haornas yang kini menjabat sebagai Wali Kota Ternate Sudah Diperiksa. Penanganan Kasus Ini Juga Akan Secara Profesiona

Tayang:
Penulis: Randi Basri |
Tribunternate.com/Randi Basri
Kepala Kejari Ternate, Abdullah, saat diwawancarai wartawan beberapa waktu lalu. Abdullah menjelaskan pada Jumat (29/07/2022), Ketua Panitia Haornas Kota Ternate tahun 2018, M Tauhid Soleman, yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Ternate sudah diperiksa beberapa waktu lalu dalam kasus korupsi anggaran Haornas. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kepala Kejaksaan Negeri, Kejari Ternate, Abdullah menjelaskan kelanjutan penanganan kasus dugaan Korupsi Anggaran Haornas, Hari Olahraga Nasional pada tahun 2018 lalu.

Dalam kasus Korupsi Anggaran Haornas ini menurutnya, sejumlah pihak sudah dilakukan pemeriksaan oleh tim Pidana Khusus (Pidsus) termasuk Ketua Panitia acara puncak Haornas Kota Ternate tahun 2018, M Tauhid Soleman yang kini menjabat sebagai Wali Kota Ternate.

“Kalau M Tauhid Soleman ini memang sudah diperiksa pada 18 Januari 2022 dipimpin langsung oleh Kasi Pidsus dan Plt Kejari Ternate pada waktu itu,” kata Abdullah, Jum'at (29/7/2022).

Baca juga: Kejari Sebut Mantan Kadispora Ternate Diduga Punya Peran Aktif di Kasus Korupsi Anggaran Haornas

Menurut Kejari, pemeriksaan terhadap M Tauhid Soleman ini dilakukan karena waktu itu beliau menjabat sebagai Ketua Panitia Daerah enyelenggaraan Haornas tahun 2018.

Dalam penanganan kasus ini, Kejari Ternate menjami penanganan semua kasus di wilayah hukumnya sangat terbuka termasuk juga kasus Korupsi Anggaran Haornas.

Baca juga: Tangan Diborgol di Bandara, Wanita Tersangka Korupsi Haornas Ternate Ditangkap Intelijen Kejagung RI

Kepala Kejari Ternate juga menyarankan,  bagi siapa saja yang ingin tahu perkembangan kasusu ini agar datang menanyakan perkembangan dengan baik-baik.

"Saya pasti akan melayani berapa pun jumlahnya yang ingin tanya perkembangan kasus. Tapi kalau datang dengan cara mendemo, saya rasa itu kurang baik," pungkasnya (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved