Tim SAR Gabungan Pakai Ekskavator Lakukan Pencarian Balita Hanyut Terbawa Arus Laut Pasifik Morotai
Karena menduga tertimbun pasir di muara sungai, Tim SAR Gabungan menggali dengan bantuan ekskavator milik salah satu perusahaan.
Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM - Pencarian balita 4 tahun hanyut di laut pasifik Pulau Morotai, Maluku Utara masih berlanjut hingga memasuki hari ke tiga.
Dan kini, Tim SAR Gabungan menggunakan ekskavator milik salah satu perusahaan, untuk menggali disekitar muara sungai desa setempat.
"Kita lakukan penggalian atas permintaan keluarga korban, karena menduga korban tertimbun pasir, "ungkap Danpos Unit Siaga Sar Basarnas Pulau Morotai, Marjun Doa, Minggu (31/7/2022).
Namun setelah beberapa jam melakukan panggalian sore tadi, belum juga berbuah hasil positif.
Baca juga: Hari Kedua, Tim SAR Gabungan Belum Temukan Balita Hanyut Terbawa Arus di Laut Pasifik Morotai
"Korban belum ditemukan, tapi saya dan Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian, "katanya.
Sebelum melakulan penggalian, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian sampai 10 mil dari bibir pantai, di mana lokasi terakhir korban terlihat.
"Karena dicurigai apabila korban tenggelam, dan dibawa arus sampai ke laut. Karena besar kemungkinan korban terapung."
Baca juga: Update Harga Kopra Maluku Utara di Morotai, Petani Kelapa Rasakan Kesedihan
"Jadi kami menyisir ke perairan Desa Hapo dan kembali ke Desa Cio Gerong, tadi belum juga ditemukan, "paparnya.
Sekedar informasi, Basarnas Pulau Morotai menerima informasi dari Desa Libano, Kecamatan Morotai Jaya pada Jumat (29/7).
Tentang hilangnya seorang balita berusia 4 tahun, di pesisir pantai laut pasifik yang terindikasi terbawa arus ke laut. (*)