Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Hari Kedua, Tim SAR Gabungan Belum Temukan Balita Hanyut Terbawa Arus di Laut Pasifik Morotai

Tim SAR Gabungan Kabupaten Pulau Morotai memasuki hari kedua pencarian balita yang terbawa arus laut pasifik di Morotai. Pencarian terkendala cuaca.

Penulis: Fizri Nurdin |
Tribunternate.com/Fizri Nurdin.
Tim SAR Basarnas Kabupaten Pulau Morotai saat melakukan pencarian seorang balita yang hanyut terbawa arus, kepada tribunternate.com, kepala Danpos Unit siaga SAR Basarnas Morotai, Marjun Doa mengaku pihaknya kesulitan melakukan pencarian di dasar laut karena kondisi cuaca tidak memungkinkan sehingga dasar laut tidak terlihat jelas, Sabtu (30/7/2022) 

TRIBUNTERNATE.COM - Pencarian hari kedua seorang balita yang hanyut terbawa arus Laut Pasifik Morotai belum ditemukan oleh Tim SAR Gabungan.

Danpos unit Siaga Sar Basarnas Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Marjun Doa mengaku tim SAR masih melakukan pencarian namun masih terkendala cuaca.

"Belum kita temukan, masih sementara pencarian dan hari ini kami melakukan penyelaman tapi masih terkendala cuaca, selain disability juga jarak pandang kurang memungkinkan untuk penyisiran di dasar laut," katanya, Sabtu (30/7/2022).

Meski demikian dia mengatakan menurunkan dua tim untuk melakukan pencarian baik di laut maupun di pesisir pantai.

"Kita turunkan satu tim untuk penyelamatan dan satu tim untuk penyisiran di pesisir," katanya. 

Baca juga: Main Sama Kakaknya di Pesisir Pantai Pulau Morotai, Seorang Balita Hilang Terbawa Arus Laut Pasifik

Sebelumnya Marjun mengaku menerima informasi dari Desa Libano Kecamatan Morotai Jaya, Kabupaten Pulau Morotai tentang hilangnya seorang balita berusia 4 tahun di pesisir pantai Laut Pasifik.

"Informasi baru tadi pagi saya terima, isinya ada satu anak, umur 4 tahun diindikasikan terbawa arus ke laut," kata Marjun dikonfirmasi Tribuntetnate.com, Jumat (29/7/2022).

Marjun menceritakan kronologis yang Ia terima, awalnya korban bermain di pesisir pantai Desa Libano bersama sang kakak, tiba-tiba korban hilang,

"Kronologinya pada pukul 15.00 WIT kemarin, dia (korban) bermain sama kakaknya di pesisir pantai ada kalinya dan tiba-tiba adiknya tidak tau ke mana," ujarnya.

Namun Marjun mengatakan menerima informasi dari orang tua korban bahwa sang anak hilang akibat terbawa arus di sungai desa setempat.

"Tapi laporan orang tuanya bahwa adiknya terbawa arus ke laut, untuk jarak dari tempat main juga memang sudah di pesisir pantai jadi dicurigai terbawa arus ke laut," jelas Marjun.

Marjun mengungkapkan menerima informasi tersebut pihaknya bersiap turun di lapangan melakukan pencarian, namun terlebih dahulu dilakukan koordinasi dengan tim SAR gabungan untuk sama-sama melaksanakan pencarian.

"Saat ini kami menunggu tim SAR lainya untuk merapat ke desa Libano untuk peralatan dan persiapan sudah kami lakukan dan tinggal kami jalan di hari ini juga,"

"Kami koordinasikan dengan pak kades namun beliau juga sudah melaporkan ke kami, warga juga melakukan pencarian dari pagi, tapi hasilnya masih nihil, dan mereka istirahat karena cuaca hujan lebat di sekitar desa mereka."pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved