Ada Alat Bernama Hyperbaric Chamber di RSUD Ir Soekarno Morotai, Apa Gunanya?
Ada alat bernama Hyperbaric Chamber di RSUD Ir Soekarno Morotai, di mana alat ini digunakan sebagai terapi.
Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir Soekarno di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara menyediakan alat Hyperbaric Chamber
Hyperbaric Chamber adalah salah satu metode pengobatan yang dilakukan dengan cara memberikan oksigen murni di dalam ruangan khusus bertekanan udara tinggi, untuk dihirup pasien.
Terapi oksigen hiperbarik dilakukan di ruangan khusus yang dapat meningkatkan tekanan udara hingga tiga kali tekanan atmosfer normal.
Alat tersebut seluruh Rumah sakit di Maluku Utara hanya ada di RSUD Ir Soekarno Kabupaten Pulau Morotai.
Baca juga: Wisata Morotai, 9 Destinasi Wisata Pulau Ini Punya Nilai Sejarah dan Paling Unik untuk Dikunjungi
Sebab Kabupaten Pulau Morotai merupakan Daerah wisata bawah lautnya yang setiap harinya ada kunjungan-kunjungan dari luar Daerah untuk melakukan Diving
Untuk mengantisipasi jangan sampai ada penyelam yang mengalami dekompresi, maka kehadiran alat tersebut untuk membantu menangani para penyelam yang mengalami kecelakaan.
Direktur RSUD Ir Soekarno, Kabupaten Pulau Morotai, Intan Imelda Engelbert Tan mengatakan, alat Hyperbaric Chamber merupakan alat pertolongan bagi penyelam yang mengalami dekompresi di bawah laut.
"Hyperbaric Chamber ini hanya ada satu-satunya di kabupaten pulau Morotai, jadi itu kalau misalnya penyelam yang mengalami dekompresi, maka bisa diatasi dengan alat tersebut sehingga tidak terjadi kelumpuhan,"katanya, Jumat (5/8/2022).
"Kan penyelam itu, kalau dia turun beberapa meter dia tidak boleh langsung naik ke atas, jadi dia harus bertahap, kalau misalnya dia mengalami dekompresi dimasukkan ke alat sini agar bisa di netralisir,"sambungnya.
Intan menjelaskan alat Hyperbaric Chamber itu, seluruh rumah sakit ada di Maluku Utara hanya dimiliki RSUD Ir Soekarno Morotai.
Baca juga: Tim SAR Gabungan Tutup Pencarian Balita Hanyut Terbawa Arus di Laut Pasifik Morotai
"Kan Daerah ini, Daerah wisata jadi disiapkan, memang harus ada karena kalau ada kasus kan kita penanganan cepat, Namun sejauh ini belum ada penyelam yang mengalami itu, dan alat ini hanya kita yang miliki dari semua rumah sakit di Maluku Utara,"jelasnya.
Sebelumnya lanjut Intan, jika ada pasien yang mengalami dekompresi sebelumnya dilakukan beberapa tahapan pemeriksaan.
"Jadi ada tim yang bertugas disitu, biasanya sebelum pasien masuk ke situ ada beberapa tes yang harus kami lakukan, termasuk tes telinga, karena apabila ada yang memiliki robekan gendang telinga itu biasanya mereka tidak akan tahan karena ngerinya hebat."pungkasnya.(*)