Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Viral Media Sosial

Mahasiswa di Gorontalo Umpat Jokowi Saat Demo BBM: Videonya Viral, Diperiksa Polisi, dan Minta Maaf

Mahasiswa tersebut melayangkan kata-kata tidak pantas saat menyampaikan orasi dalam demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

YouTube/Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - Seorang mahasiswa di Kota Gorontalo viral setelah video dirinya sedang berorasi sembari melontarkan kata umpatan atau perkataan kotor kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) beredar di medsos. 

TRIBUNTERNATE.COM – Sebuah video yang memperlihatkan seorang mahasiswa melontarkan umpatan atau kata-kata kotor kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) beredar viral di dunia maya.

Mahasiswa tersebut melayangkan kata-kata tidak pantas saat menyampaikan orasi dalam demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Belakangan diketahui, demonstrasi itu terjadi di Kota Gorontalo, Jumat (2/9/2022).

Adapun sang mahasiswa bernama Yunus Pasau.

Setelah videonya viral, Yunus Pasau pun diamankan oleh pihak kepolisian guna menghindari upaya persekusi.

Mahasiswa tersebut juga menjalani pemeriksaan bersama rekan mahasiswa lain di Polda Gorontalo.

Setelah diperiksa, Yunis mengaku bahwa teriakan kata-kata kotor itu merupakan kejadian yang bersangkutan.

Hal ini disampaikan oleh Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Helmy Santika.

"Dari keterangan yang bersangkutan, bahwa ia menyampaikan hal itu secara spontan."

"Terdengar dipanggil oleh rekannya, kemudian naik dan meneriakkan secara spontan,” katanya, dikutip Tribunnews.com dari kanal YouTube Kompas TV, Minggu (4/9/2022).

Baca juga: Viral SPBU Vivo Jual BBM Rp8.900 per Liter, Ditegur Kementerian ESDM, Terafiliasi Perusahaan Swiss

Baca juga: Update Fakta Kasus Tewasnya Brigadir J: Ferdy Sambo Sempat Bisikkan Kata-kata Ini pada Bharada E

Baca juga: Viral Mahasiswa Baru di UNHAS Jawab Non-Biner Saat Ditanya Jenis Kelamin, Ini Penjelasan Rektor

Helmy menyebut, kasus tersebut kini sudah ditangani pihak kepolisian.

“Namun, apapun ceritanya ini sudah ditangani pihak kepolisian, proses ke depannya, nanti kita lihat lebih lanjut", lanjutnya.

Dikutip dari Tribungorontalo.com, Helmy juga mengatakan, Polda Gorontalo tidak ingin menghambat cita-cita dan masa depan mahasiswa bersangkutan.

Untuk itu, pihaknya menggunakan pendekatan soft approach, sehingga Yunus masih bisa melanjutkan perkuliahan.

Kapolda Gorontalo mengedepankan aspek humanis.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved