Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Jalan Alternatif Penghubung Dua Kecamatan di Halmahera Utara Ini Butuh Sentuhan Pemerintah Daerah

Pengguna jalan alternatif penghubung dua kecamatan di Halmahera Utara mengeluhkan kondisi jalan yang licin dan bergelombang.

Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Arafik Hamid
KELUHAN: Para pengguna jalan alternatif penghubung dua kecamatan di Halmahera Utara mengeluhkan kondisi jalan yang licin dan bergelombang akibat tertimbun material pasir gunung, sehingga mereka meminta dan berharap pemerintah daerah mau memperbaiki jalan tersebut, Sabtu (10/9/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM - Jalan alternatif penghubung dua kecamatan, yakni Kecamatan Galela Barat dan Kecamatan Galela di Halmahera Utara, masih tertimbun material tanah sejak awal tahun ini.

Jalan tersebut telah di hotmiks sejak tahun 2018 oleh Pemkab Halmahera Utara, namun saat ini jalan itu tertimbun material sepanjang 2 km.

Amatan TribunTernate.com Sabtu (10/9/2022), jalan alternatif di Halmahera Utara itu tertimbun material tanah dari gunung.

Sehingga membuat kendaraan yang melintas, harus mengurangi kecepatan karena licin dan bergelombang.

Baca juga: Jadwal Kapal Ternate Hari Ini, 10 September 2022: KM Dorolonda Rute Ternate-Ambon-Bitung

Rafjan, salah satu pengendara mengakukesal setiap melewati jalan alternatif ini.

"Seperti melewati gelombang laut saja, tapi karena jalan ini adalah jalan satu-satunya, ya mau tidak mau harus lewat, "ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah daerah sudah harus turun tangan, atas kondisi jalan atlernatif ini.

Padahal jalan ini merupakan jalan satu-satunya warga , terutama warga empat kecamatan.

Akibat karena longsor di jalan alternatif ini, warga terpaksa mengambil jalur yang paling jauh.

"Ini kan jalan alternatif yang paling dekat, jadi hampir tiap hari ramai kendaraan."

Baca juga: Pemkot Ternate dan PT Intra Mulia Multiteknologi Lakukan Uji Coba Pembayaran Tarif Parkir Digital

"Tapi pemerintah seolah tutup mata, padahal jalan ini butuh perbaikan, demi kenyamanan berkendara dan warga, "pintanya.

Seraya menambahkan, jika jalan tersebut tidak ada perhatian pemerintah daera, maka ia akan mengajak pemuda setempat menutupi akses.

"Kalau pemerintah cuek, saya ajak pemuda dan warga desa tutup akses jalan alternatif ini, "tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved