Senin, 4 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kasus Tewasnya Brigadir J

Gaji Ferdy Sambo Dipertanyakan, Bisa Transfer Ratusan Juta per Bulan ke Rekening Para Ajudan

Kasus soal rekening ini membuat Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi diduga melakukan tindakan pencucian uang.

Tayang:
Editor: Ifa Nabila
Instagram/divpropampolri
Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Chandrawathi. Kasus soal rekening gendut para ajudan membuat Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi diduga melakukan tindakan pencucian uang. 

TRIBUNTERNATE.COM - Gaji Ferdy Sambo dipertanyakan lantaran bisa mentransfer uang ratusan juta rupiah ke sejumlah rekening atas nama para ajudannya.

Kasus soal rekening ini membuat Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi diduga melakukan tindakan pencucian uang.

Pasalnya, meski sejumlah rekening itu atas nama para ajudan, namun Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang menguasai.

Baca juga: Penyebab Ajudan Ferdy Sambo Punya Rekening Isi Uang Banyak, Ternyata Putri Candrawathi Pinjam Nama

Kecurigaan ini di antarnya diungkap oleh kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak.

“Menurut studi kasus dan juga paparan LSM yang ahli di bidang pencucian uang, hal tersebut ada indikasi pencucian uang, jadi harus ditelurusi, kenapa harus rekening atas nama Yosua dikuasai oleh PC dan FS, itu kan jadi pertanyaan,” ujar Martin, dikutip dari KOMPAS.TV, Kamis (15/9/2022).

“Kenapa tidak rekening atas nama PC atau FS dibuat lalu diserahkan kepada Yosua," kata Martin menambahkan.

Baca juga: Ada Pertengkaran di Magelang, Bripka RR Minta Pistol Brigadir J: Takut Dipakai Nembak Kuat Maruf

Martin mengatakan hingga kini setidaknya sudah ada keterangan dari dua orang saksi yang memperkuat soal rekening Brigadir J dikuasai Ferdy Sambo dan istrinya.

“Sudah ada dua keterangan saksi ya yang pertama, Bapak Erman Ummar (kuasa hukum Bripka Ricky Rizal) mengatakan bahwa kliennya dibuatkan rekening lalu rekeningnya dikuasai,” ucap Martin.

“Lalu Arman Hanis (kuasa hukum Putri Candrawathi) juga tadi kan menyampaikan hal yang sama. Nah ada asas hukum ya, unus testis nullus testis, satu saksi bukan saksi, tapi kalau sudah dua orang yang mengatakan itu sudah menjadi alat bukti," katanya menambahkan.

Lebih lanjut, Martin pun mempertanyakan berapa sesungguhnya penghasilan Ferdy Sambo sebagai polisi per bulan dan juga istrinya Putri Candrawathi.

Lantaran, lanjutnya, bisa mentransfer uang dalam jumlah ratusan juta rupiah ke rekening ajudan setiap bulannya.

Baca juga: Duga Ada Skenario Baru untuk Bebaskan Ferdy Sambo dkk, Kuasa Hukum Brigadir J: Sudah Bukan Oknum

“Berapa sih penghasilannya Ferdy Sambo per bulan, berapa sih penghasilannya Putri Candrawathi sebulan kok bisa mantransfer uang ratusan juta bulanan gitu ya untuk beberapa dapur, di Magelang sekian ratus juta, di Jakarta sekian ratus juta,” kata Martin.

“Setahu saya Irjen Pol itu gajinya itu Rp 30-an juta, kok bisa biaya hidupnya besar sekali, nah ini juga kan mencimbulkan kecurigaan, boleh dong kita minta penelurusan (PPATK),” ujar Martin.

Bahkan, sambung Martin, PPATK seharusnya bukan hanya menelusuri setelah Brigadir J tewas tapi setahun ke belakang.

“Kalau bisa setahun ke belakang, karena penggunaan rekening itu sebagai anggaran rumah tangga sudah berjalan beberapa tahun,” ucap Martin.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved