Panglima Tentara Sekutu Perang Dunia Kedua Douglas MacArthur 'Kembali' ke Morotai, Maluku Utara

Albert Ibrahim salah satu anggota komunitas Jeep Willys Owner Indonesia dikatakan mirip Douglas MacArthur, saat mereka mengunjungi Morotai.

Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Fizri Nurdin
FENOMENA: Albert Ibrahim sang Douglas MacArthur dari Indonesia. Ia dikatakan mirip jenderal bintang lima asal Amerika Serikat itu. Di mana Douglas MacArthur merupakan Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat yang memiliki sumbangsih besar, dalam upaya melawan kekaisaran Jepang, di teater pasifik selama Perang Dunia II di Morotai, Selasa (20/9/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM - Cerita salah satu founder komunitas Jeep Willys Owner Indonesia, yang mengagumi sosok panglima tentara sekutu Jeep Willys Owner Indonesia, pada Perang Dunia II di Morotai, Maluku Utara.

Douglas MacArthur dikenal sebagai jenderal bintang lima asal Amerika Serikat, dan marsekal lapangan Angkatan Darat Filipina.

Douglas MacArthur lahir di Amerika pada 26 Januari 1880, dan meninggal pada 5 April 1964, Walter Reed Army Medical Center, Bethesda.

Douglas MacArthur menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat pada dasawarsa 1930-an, dan memiliki sumbangsih besar dalam upaya melawan kekaisaran Jepang, di teater pasifik selama Perang Dunia II.

Baca juga: Komunitas Jeep Willys Owner Indonesia Takjub Lihat Tumpukan Pesawat di Dasar Laut Wisata Morotai

Namanya Albert Ibrahim, pria kelahiran Jakarta 17 April 1977 ini, tidak hanya mengagumi sosok panglima sekutu, namun wajahnya mirip dengan Douglas MacArthur.

Albert Ibrahim datang ke Morotai, untuk menjelajahi tempat sejarah bersama komunitas Jeep Willys Owner Indonesia, dari tanggal 14 hingga 18 September 2022.

Albert Ibrahim tampil bak jenderal, sambil mengendarai mobil Jeep-nya, dengan mengenakan pakaian lengkap, layaknya Douglas MacArthur menginjakkan kakinya di Morotai.

Reporter Tribunternate.com berkesempatan mewawancarainya, saat mengunjungi museum milik Muhlis Eso di Desa Joubela, jalan Amerika, Kecamatan Morotai Selatan, Morotai, Maluku Utara.

Albert Ibrahim menceritakan betapa ia sangat mengagumi, sosok panglima tentara sekutu tersebut, bahkan Albert Ibrahim dalam kesehariannya, mengikuti jejak sang jenderal.

Bahkan Albert Ibrahim terheran-heran ketika banyak warga Morotai, yang melihat dirinya membandingkan dengan sang jenderal nyaris mirip, dari segala sisi apalagi Albert Ibrahim mengenakan kacamata, persis seperti Douglas MacArthur.

"Saya ini hanya mengagumi seseorang jenderal Douglas MacArthur, saya kaget dibilang mungkin mirip dengan dia, itu kan penilaian orang. Tapi bagi saya belum, karena sosok Douglas MacArthur mungkin tidak bisa ditiru siapapun, "katanya.

"Seorang jenderal yang tegas seorang jenderal, yang bijaksanaan dan beliau adalah, salah satu panutan buat saya."

"Karena dia mempunyai prinsip yang tegas, dan dia adalah orang yang sangat cerdas, dia tidak suka dengan berkerumun kalau saya perhatikan itu, dan dia memang seorang yang sangat kritis, "sambungnya.

Albert Ibrahim menjelaskan, tidak hanya mengagumi sosok jenderal tersebut, namun dalam kehidupan kesehariannya juga Ia terapkan.

"Banyak segala kata-kata bijak beliau, yang memang saya pakai filosofi kehidupan, saya pribadi dan itu memang saya rasakan, dan saya sudah buktikan dan apa yang sudah beliau ungkap memang saya lakukan."

"Beberapa slogan dia adalah Al Sol Ritme artinya aku akan kembali, dan itu menjadi salah satu pemicu saya, untuk ke Morotai, di mana tempat pendaratan pertamanya, dengan pasukan sekutu, "jelasnya.

Albert Ibrahim juga menegaskan, kedatangan komunitas Jeep Willys Owner Indonesia di Morotai, bukan merayakan pertempuran antara sekutu dan jepang.

"Saya tegaskan, kedatangan kami di Morotai bukan untuk merayakan pertempurannya, dan bukan juga merayakan kedatangan Douglas MacArthur."

"Tetapi untuk merayakan perdamaian yang terjadi, yang selesainya Perang Dunia II di Morotai, juga terjadinya penandatanganan antara sekutu dan jepang, "tegasnya.

Douglas MacArthur Indonesia ini juga menyebut, untuk melihat keindahan pulau, yang sesungguhnya adalah Pulau Morotai, sebab memiliki keindahan tidak dimiliki daerah lain.

"Saya tidak akan pernah lupa berada di Morotai, karena Morotai merupakan pulau Indah. Jadi kalau kita belum ke Morotai, kita belum tahu keindahan yang sesungguhnya, "ungkapnya.

Selain itu, komunitas Jeep Willys Owner Indonesia juga setiap mengunjungi daerah-daerah bukan sekedar berkunjung, dan melakukan event saja namun ada berbagai hal, yang dilakukan untuk mengangkat potensi daerah.

Baca juga: Komunitas Jeep Willys Owner Indonesia Kagumi Keindahan Wisata Morotai

"Kalau Jeep Willys Owner Indonesia ini, kami selaku pemilik memang mengutamakan keindahan alam, kami selalu melakukan segala event atau kegiatan harus ada bakti sosial, karena kami punya moto, kami punya visi adalah kami juga harus bisa berguna."

"Kami juga harus bisa bermanfaat dan bermakna, jadi bukan sekedar event yang hanya begitu selesai, lalu kita selesai, bukan seperti itu, tapi kami mempunyai dampak positif, untuk warga atau untuk kota atau wilayah kita kunjungi, "katanya.

Selain dari itu menurut Albert Ibrahim, suka duka menjelajahi daerah sudah dilalui, namun semua itu pengalaman tersendiri yang dialaminya.

"Suka duka naik Jeep Willys itu kalau hujan tidak kepanasan, kalau kita panas tidak kehujanan, jadi sukanya itu dengan pengalaman baru pemandangan yang indah. Dan kita bisa bertemu dengan banyak orang, dan dari situ saya banyak mendapat pelajaran hidup, kalau dukanya itu adalah sukanya. "pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved