Liga Jerman
Bayern Munich Merosot: Oktoberfest Suram, Kekecewaan Pemain, dan Isu Julian Nagelsmann Diganti
4 laga terakhir Bundesliga, Bayern Munich tak juga meraih kemenangan, hanya 3 kali hasil seri dan 1 kekalahan yang memalukan saat melawan FC Augsburg.
“Dalam tiga, empat atau lima minggu pertama kami tidak memberikan kesempatan kepada lawan,” kata gelandang Bayern Marcel Sabitzer, dikutip dari indianexpress.com.
“Tetapi, kemudian tiba-tiba semuanya hilang,” lanjutnya.
Namun, ini bukan pertama kali Bayern Munich sudah lesu dan pengar sebelum perayaan tahunan Oktoberfest.
Pada 2018 dan 2019, di bawah asuhan Niko Kovac, Bayern Munich juga mengalami kekalahan besar sebelum kunjungan ke festival bir tersebut.
Sementara pada 2017, Carlo Ancelotti dipecat tak lama setelah kunjungan Bayern Munich di Oktoberfest.
Jauh sebelumnya, Pep Guardiola adalah pelatih Bayern Munich terakhir yang mengawasi kemenangan tepat sebelum Oktoberfest pada 2015.
Diketahui, Oktoberfest tidak digelar pada tahun 2021 dan 2022 karena merebaknya pandemi Covid-19 dan pemberlakukan pembatasan sosial.
Baca juga: 11 Pemain PSG Pulang Kampung demi Bela Tim Nasionalnya, Ada Kylian Mbappe hingga Lionel Messi
Baca juga: Liverpool Siapkan Pengganti Sadio Mane, Lirik Mykhaylo Mudryk di Transfer Musim Dingin
Baca juga: Lewandowski Sebut Jalan Menangkan Ballon dOr Lebih Dekat di Barcelona Dibanding Bayern Munich
Julian Nagelsmann, yang diharapkan memimpin Bayern Munich menjadi lebih dari "sekadar" Bundesliga di musim keduanya sebagai pelatih, kini tampak bingung dan kesulitan untuk mendapatkan jawaban di tengah kemerosotan timnya.
“Saya perlu memikirkan segalanya, tentang diri saya, situasi, tentang segalanya,” kata Julian Nagelsmann yang tampak kesal dalam konferensi pers pasca-pertandingan kontra FC Augsburg, Sabtu (17/9/2022).
Julian Nagelsmann juga terlihat merinding ketika ditanya apakah timnya merindukan Robert Lewandowski, yang pindah ke FC Barcelona di akhir musim lalu dan terus mencetak gol di Spanyol.
"Semuanya sama dengan apa yang saya katakan," kata Nagelsmann.
“Apa yang akan berubah jika saya menjawab 'ya' atau 'tidak'? Jika saya mengatakan 'tidak', orang-orang akan mengatakan 'dia [Julian Nagelsmann, red] tidak ingin mengenali masalahnya' - jika saya mengatakan 'ya', mereka akan mengatakan 'dia merindukan (Robert) Lewandowski.' Jawabannya tentu tidak penting," paparnya.

Namun, kini jelas bahwa Die Roten memiliki masalah dalam mengonversi peluang.
Bayern Munich sudah melakukan 19 kali upaya ke gawang melawan Augsburg — dua di antaranya dari kiper Bayern Manuel Neuer — tetapi pada akhirnya lawan Manuel Neuer, Rafał Gikiewicz, melakukan beberapa penyelamatan luar biasa.
Sang pemain senior, Thomas Müller, mengatakan dia "marah" setelah hasil seri ketiga yang dialami Bayern Munich.