Liga Jerman
Bayern Munich Merosot: Oktoberfest Suram, Kekecewaan Pemain, dan Isu Julian Nagelsmann Diganti
4 laga terakhir Bundesliga, Bayern Munich tak juga meraih kemenangan, hanya 3 kali hasil seri dan 1 kekalahan yang memalukan saat melawan FC Augsburg.
Setelah game keempat tanpa kemenangan, dia berkata, “Kami berdiri di sini terpana dan merasa hancur. Ini sama seperti cuaca, semakin gelap.”
Sadio Mane juga dikritik untuk pertama kalinya sejak bergabung dari Liverpool.
Pemain bintang asal Senegal itu mencetak tiga gol dalam tiga penampilan pertamanya di Bundesliga, tetapi tidak ada lagi gol yang ia cetak sejak itu.
Ada juga spekulasi tentang masa depan Julian Nagelsmann, bahkan, nama mantan pelatih Borussia Dortmund Thomas Tuchel, dikait-kaitkan dengan Bayern Munich.
Thomas Tuchel memang sedang lowong setelah diberhentikan oleh Chelsea awal September ini.
Namun, baik CEO Bayern Oliver Kahn maupun Presiden Bayern Munich Herbert Hainer mengatakan mereka tetap mendukung Julian Nagelsmann, dan bahkan tidak mempertimbangkan perubahan.
“Kami sepenuhnya diyakinkan oleh Julian Nagelsmann dan seluruh tim kami,” kata Hainer kepada surat kabar lokal Münchner Merkur dan TZ.
“Musim baru baru saja dimulai dan kami tahu kami memiliki potensi untuk mencapai tujuan besar kami,” tegasnya.
Baca juga: Bukan Liverpool yang Rugi Lepas Sadio Mane, Bayern Munich yang Kini Rindukan Robert Lewandowski
Baca juga: Merendah untuk Meninggi? Lewandowski Tak Mengira Bisa Cetak 11 Gol Awal Masuk Barcelona

Di Bundesliga, Bayern Munich memang mengalami kemerosotan setelah awal musim 2022-2023 yang gemilang.
Namun, di kampanye Liga Champions, Bayern Munich sudah menuai 2 kemenangan dalam laga tandang melawan Inter Milan dan laga kandang atas Barcelona, masing-masing dengan skor akhir 2-0.
Bek Inter Milan, Robin Gosens, bahkan terkejut dengan masalah Bayern Munich di liga domestik.
"Ketika kami bermain melawan Bayern, kami semua duduk di ruang ganti setelah pertandingan dan berpikir: 'Wow, intensitas permainan mereka luar biasa,'" kata Gosens, Senin (19/9/2022), setelah bergabung dengan skuat Jerman lainnya untuk pertandingan internasional mendatang.
“Ini sudah menjadi level teratas mutlak di Eropa dan di dunia. Mereka mengejutkan kami, menyerbu kami dan menunjukkan intensitas dua kali lipat dari yang kami lakukan,” paparnya.
Namun, sebenarnya sudah ada tanda-tanda peringatan tentang menurunnya performa Bayern Munich dalam laga melawan FC Barcelona yang berakhir dengan kemenangan pekan lalu.
Skuad Barcelona mampu menciptakan lebih banyak peluang, dan baru berhasil dijegal gol cepat oleh Bayern Munich setelah jeda babak pertama menuju babak kedua.
Kemudian, muncul kekalahan pertama musim ini dalam laga kontra FC Augsburg.
Jeda internasional pada minggu ketiga September ini akan memberi para pemain dan ofisial Bayern Munich waktu untuk memikirkan situasi.
Pertandingan berikutnya, melawan Bayer Leverkusen di Bundesliga 30 September 2022, akan membuktikan apakah Bayern Munich akan kembali bangkit atau tidak.
(TribunTernate.com/Rizki A.)