KONI Ternate: Insiden Arema VS Persebaya Jadi Pelajaran Klub Sepak Bola di Indonesia
Sebagai pelaku olahraga, tentu punya fanatisme terhadap timnya dan itu dibolehkan tapi jangan berlebihan.
Penulis: Randi Basri | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE- Ketua Umum KONI Kota Ternate, Lukman S. Poli, menyayangkan insiden di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, hingga memakan korban hampir 129 orang.
Menurut dia, dalam peristiwa tersebut meman biasa dalam sebuat petandingan.
Sebagai pelaku olahraga, tentu punya fanatisme terhadap timnya dan itu dibolehkan tetapi jangan berlebihan.
Namun, setiap kekalahan harus bisa diterima terutama suporter.
"Semua nanti keputusan manajemen, kita tidak bisa ambil arogansi untuk mengambil tindakan seperti kejadian di Stadion Kanjuruhan," kata Lukman kepada TribunTernate.com, Minggu (2/10/2022).
Baca juga: Pemerhati Bola di Maluku Utara: Insiden Arema vs Persebaya Ialah Tragedi Besar di Dunia Sepak Bola
lanjutnya, dari kejadian ini jadi pembelajaran klub-klub besar di ibu Kota maupun klub-klub di daerah.
Kalaupun mendukung timnya harus betul-betul sportif.
Kalah menang biasa dalam sebuah pertandingan sehingga harus diterima.
"Jadi kita harus merasakan kekalahan agar bisa melihat sisi kekurangan. Dari situ jadi bahan introspeksi agar tidak terulang,"katanya.
Ketua KONI Ternate mengatakan, tentu insiden ini sangat memprihatinkan dunia sepak bola di Indonesia. KONI Ternate melihat ada arogansi dari suporter.
"Olah karena itu kami berharap ini akan menjadi pertama dan terakhir hingga memakan korban sebanyak ini, kami sangat perihatin atas kejadian ini,"harapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/02102022_LukmanKONI.jpg)