Kasus Tewasnya Brigadir J
Gelagat Aneh Brigadir J sebelum Tewas: Minta Putus dari Kekasihnya, Tak Mau Ceritakan Masalah
Awalnya, Vera menjelaskan bahwa Brigadir J tiba-tiba mengirimkan pesan melalui Whatsapp yang isinya permintaan maaf pada 19 Juni 2022.
TRIBUNTERNATE.COM - Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J (Nofriansyah Yosua Hutabarat), Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2022).
Dalam sidang itu, dihadirkan 12 saksi dari pihak Brigadir J.
Salah satu saksi, yakni Bripda Mahareza Rizky, mengungkapkan bahwa Brigadir J sempat berperilaku aneh sebelum tewas ditembak di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, 8 Juli 2022 lalu.
Keanehan Brigadir J juga dilihat oleh kekasihnya, Vera Simanjuntak.
Tercatat, ada dua hari di mana Brigadir J memperlihatkan sikap tak biasanya terhadap Vera Simanjuntak, yakni pada tanggal 19 dan 21 Juni 2022.
Awalnya, Vera menjelaskan bahwa Brigadir J tiba-tiba mengirimkan pesan melalui Whatsapp yang isinya permintaan maaf pada 19 Juni 2022.
Namun, Brigadir J tidak menjelaskan alasan permintaan maaf tersebut.
"Abang minta maaf ya dek kalau abang ada salah," kata Brigadir J kepada Vera.
"Minta maaf soal apa?" jawab Vera.
"Pokoknya minta maaf kalau banyak salah," balas Brigadir J.
"Abang ini kenapa ngomong gitu," kata Vera lalu pesan itu hanya dibaca oleh Brigadir J.
Selanjutnya, kata Vera, pesan tersebut pun tidak berlanjut hingga dua hari setelahnya atau 21 Juni 2022.
Pada hari itu, tiba-tiba Brigadir J melakukan panggilan video call sekitar pukul 00.00 malam.
"Lagi di mana dek?" tanya Brigadir J.
"Lagi di rumah bang. Ada apa bang?" jawab Vera.