Resesi 2023
Jangan Overthinking Ancaman Resesi, Rhenald Kasali: Jangan Percaya yang Miskin Tambah Miskin
Sejumlah tokoh seperti influencer berlomba-lomba membuat konten mengenai resesi yang menakut-nakuti masyarakat.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Kemudian kita juga membicarakan hal-hal yang bersifat strategi negara dalam menangani masalah-masalah kemiskinan, pengangguran, inflasi.
Serta strategi fiskal, strategi moneter, investasi asing, hingga strategi-strategi ekonomi negara lainnya.
Jangan Overthinking
Rhenald Kasali menyarankan masyarakat untuk tidak ketakutan berlebihan dan lebih memahami apa makna dari resesi itu sendiri.
"Jadi jangan overthinking, jangan melebih-lebihkan, kuasai dulu pengertiannya," pesan Rhenald Kasali.
Ia juga menyorot soal influencer yang seenaknya menebar ketakutan pada masyarakat.
"Apalagi kemudian ada yang mendramatisasai mengatakan 'Percaya deh omongan gue, yang miskin tambah miskin, yang susah tambah susah' ya jangan begitu," tambahnya.
Baca juga: Indonesia Terperosok ke Jurang Resesi, Pengamat Sarankan Presiden Jokowi Lakukan Reshuffle Kabinet
Menurut Rhenald Kasali, dalam setiap kondisi berbahaya, misalnya resesi, masih ada saja kesempatan yang bisa dimanfaatkan.
"Jadi yang pertama, hati-hati terminologi makro dengan terminologi mikro."
"Yang kedua, ingat dalam setiap hal yang berbahaya selalu ada kesempatan."
"Ada orang yang melihat persoalan dalam resesi itu sebagai dangerous bahaya ya sudah tiarap saja kita."
"Tapi ada lagi yang melihat entar dulu justru pada saat orang tiarap kita investasi, begitu badai berlalu saya paling siap."
"Tentu saja siapa yang siap mereka yang punya cash, mereka yang bisa membaca data yang sebenarnya," paparnya.
Bagi Rhenald Kasali, kemampuan memahami data ekonomi ini penting untuk mengambil tindakan.
Solusi Resesi Menyesatkan