Breaking News:

Indonesia Terperosok ke Jurang Resesi, Pengamat Sarankan Presiden Jokowi Lakukan Reshuffle Kabinet

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara menilai, Presiden Joko Widodo perlu melakukan reshuffle

youtube sekretariat presiden
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 20 Maret 2020. 

TRIBUNTERNATE.COM - Indonesia resmi masuk jurang resesi menyusul negara lainnya. 

Terkait hal itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara menilai, Presiden Joko Widodo perlu melakukan reshuffle kabinet.

Reshuflle tim ekonomi mendesak untuk dilakukan segera, kontraksi ekonomi terjadi karena respon menteri yang kurang cepat, dan inkompeten,” ujar Bhima kepada Kompas.com, Kamis (5/11/2020).

Selain itu, lanjut Bhima, perombakan di kabinet perlu dilakukan dalam rangka penyegaran.

Menurut dia, diperlukan sosok profesional dalam tim ekonomi Presiden Jokowi.

“Ganti dengan sosok profesional dan memiliki senses of crisis untuk percepat eksekusi stimulus PEN baik daam waktu 2 bulan terakhir maupun tahun 2021,” kata dia.

Baca juga: Indonesia Resmi Resesi, Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III 2020 Minus 3,49 Persen

Baca juga: Perekonomian Minus 20,4 Persen, Inggris Susul 9 Negara Terperosok ke Jurang Resesi

Bhima menambahkan, selain melakukan reshuffle kabinet, Kepala Negara juga perlu melakukan perombakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Rombak total seluruh program PEN yang pencairannya macet dan konsepnya bermasalah. Sebagai contoh kartu pra kerja, subsidi bunga, dan penempatan dana pemerintah di perbankan,” ungkapnya.

Kemudian, pemerintah juga perlu menaikan anggaran kesehatan di 2021. Indonesia perlu mempersiapkan diri hadapi gelombang kedua Covid-19 dan biaya besar untuk distribusi vaksin.

Lalu, anggaran perlindungan sosial perlu ditambah dan diperluas bagi kelas menengah rentan miskin.

Anggaran yang ada saat ini masih relatif kecil karena secara total anggaran jaminan sosial berada di bawah 3 persen dari PDB.

“Bentuk anggaran perlindungan sosial yang lebih efektif adalah cash transfer karena langsung dibelanjakan untuk konsumsi. Jangan mengulang kesalahan kartu pra kerja dengan mekanisme yang berbelit-belit, dan timpang secara akses digital,” ujar Bhima.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Indonesia Resesi, Jokowi Dinilai Perlu Reshuffle Kabinet"
Penulis : Akhdi Martin Pratama
Editor : Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved