Halmahera Selatan
Ada 133 Situs Cagar Budaya di Halmahera Selatan, Didominasi Peninggalan Kesultanan Bacan
Terdapat 133 situs cagar budaya di Halmahera Selatan yang masih bertahan, semua situ-situ tersebut lebih didominasi peninggalan Kesultanan Bacan.
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Halmahera Selatan, mencatat sebanyak 133 situs cagar budaya.
Peninggalan Kesultanan Bacan, Portugis hingga Belanda, yang masih bertahan hingga sekarang ini di Halmahera Selatan.
Ini disampaikan Kabid Kebudayaan Dinas Parawisata dan Kebudayaan Halmahera Selatan, Soleman Bakir.
Menurutnya, 133 cagar budaya tersebut tersebar dibeberapa, daerah di Halmahera Selatan.
Baca juga: Fenomena Antrean Panjang Kendaraan di SPBU Halmahera Selatan Belum Berakhir
"Ada di Pulau Bacan, Obi, Makian, Kasiruta dan lain sebagainya, "bebrnya, Selasa (1/11/2022).
Soleman mengaku, dari sekian banyak cagar budaya tersebut, baru satu yang masuk pemeringkatan cagar budaya nasional.
Yaitu Benteng Bernaveld, yang merupakan benteng peninggalan Portugis.
Benteng ini berlokasi di Desa Labuha, Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan.
"Benteng Bernaveld diusulkan untuk ke pemeringkatan cagar budaya nasional."
"Sementara yang lain masih bertahap lokal, Insya Allah tahun 2023 sudah penetapan, SK-nya sudah ada, "ujarnya.
Meski begitu, dia menyebut bahwa seluruh jumlah cagar budaya itu, saat ini sifatnya masih pendataan dan pemutakhiran data.
"Yang baru pemutakhiran itu benteng Bernaveld, Kadaton Bima, Kadaton Kesultanan dan Masjid Sultan, "ungkapnya.
Oleh karena itu, Soleman mengatakan di tahun 2023 ada sejumlah cagar budaya yang akan direhabilitasi.
Diantaranya, Benteng Nusantara, Kadaton Bima dan Masjid Sultan.
"Insya Allah di tahun 2023, akan diadakan rehab, "katanya.