Diduga Tak Selesai, Kejari Halmahera Utara akan Turun Cek Lokasi Proyek Multiyears Galela-Loloda
Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Utara, Agus Wirawan Eko Saputro mengatakan, pihaknya akan turun mengecek lokasi proyek Multiyears Galela-Loloda.
TRIBUNTERNATE.COM, TOBELO- Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Utara, Agus Wirawan Eko Saputro mengatakan, pihaknya akan turun mengecek lokasi proyek Multiyears Galela-Loloda.
Sebab, sebagaimana informasi beredar bahwa proyek tersebut terindikasi belum selesai dikerjakan.
“Iya kami mau turun ke sana untuk memastikan informasi tersebut. Kalau memang tidak sesuai otomatis akan ditindaklanjuti sesuai aturan berlaku,”ucap Agus kepala Tribunternate.com, Senin (12/2/2023).
Seperti diberitakan sebelumnya, sebagian besar jembatan di Kecamatan Loloda Utara, Halmahera Utara, dikabarkan belum dibangun.
Padahal, pemerintah daerah Halmahera Utara telah menggelontorkan anggaran melalui proyek Multiyears pada tahun 2018 sebesar Rp 300 miliar sekian untuk membangun jalan sekaligus jembatan di Kecamatan Galela-Loloda Utara.
Mahmud, salah satu warga di Kecamatan Loloda Utara belum lama ini mengeluhkan, sungai di desa, Kapa-kapa, Kecamatan Loloda Utara.
Sungai menghubungkan beberapa desa setelahnya itu tak bisa dilewati akibat meluap setelah hujan deras.

Walau demikian, Mahmud dan beberapa masyarakat di situ nekat menerobos untuk bisa sampai ke pusat kota Tobelo.
Begitu juga Sungai dì desa supu, sama sekali tak ada jembatan.
“Kalau sungai meluap ini sudah jadi langganan. Mau tidak mau kami harus terobos. Karena kalau menunggu air surut itu berhari-hari,”keluhnya.
Baca juga: Sebagian Besar Jembatan di Loloda Utara Tak Dibangun, Anggaran Proyek Multiyears Kemana?
Menurut dia, memang sebagian besar jembatan di Kecamatan Loloda Utara, belum dibangun.
Sehingga bila musim penghujan butuh perjuangan jika ada keperluan harus ke pusat kota.
Bahkan, kondisi ini menurut dia telah mereka nikmati cukup lama.
Karena itu, mereka berharap ada perhatian serius.
Baca juga: Jembatan dari Proyek Multiyears di Loloda Halmahera Utara Ambruk
Terkait ini, pada tahun 2018, pemerintah daerah Halmahera Utara telah menggelontorkan anggaran melalui proyek Multiyears sebesar Rp 300 miliar sekian untuk membangun jalan sekaligus jembatan di Kecamatan Galela-Loloda Utara.
Proyek bersumber dari APBD Halmahera Utara itu dibagi tiga segmen dan dikerjakan tiga kontraktor berbeda.
Sesuai kontrak pekerjaan proyek ini selesai tahun 2020, dengan panjang jalan 90 kilo meter.
Segmen I mulai dari desa Salimuli sampai Posi-Posi jaraknya sepanjang 48,3 Kilo Meter dikerjakan oleh PT Sinar Putra Pratama
(SPP) dengan total anggaran sebesar Rp 138,6 miliar
Segmen II dari desa Posi-Posi sampai Ngajam jaraknya sepanjang 24,8 Kilo Meter dikerjakan oleh PT Sinar Sama Sejati (SSS) dengan total anggaran sebesar Rp 87,3 miliar.
Kemudian, segmen III dari dari Ngajam sampai Apulea jaraknya sepanjang 21,5 Kilo Meter dikerjakan oleha PT Ikhlas Bangun Sarana (IBS) dianggarkan sebesar Rp 67,1 miliar.(*)
Pemprov Maluku Utara Serahkan Santunan Duka Rp5 Juta per Keluarga di 5 Kabupaten/Kota |
![]() |
---|
Kukuhkan Pokja Bunda Paud Tidore, Rahmawati Muhammad Sinen: Garda Terdepan Pendidikan Anak |
![]() |
---|
Cuaca Maluku Utara Besok Sabtu 30 Agustus 2025, BMKG Prediksi Berawan hingga Hujan Ringan |
![]() |
---|
Jalan Nasional di Ternate Rusak, Tauhid Soleman Tegaskan Bukan Tanggung Jawab Pemkot |
![]() |
---|
Ini Rangkaian Kegiatan Sarasehan Kebudayaan Maluku Utara 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.