Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Selama Dua Malam Warga Desa Babang dan Wayaua Halmahera Selatan Sahur Ditengah Kegelapan

Warga Desa Babang dan Wayau di Halmahera Selata pada Ramadan kali ini, sudah dua malam menyantap sahur ditengah kegelapan.

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com/ Nurhidayat Hi Gani
Lampu rakitan (lampu poci) sebagian besar digunakan warga Halmahera Selatan saat liatrik padam. Di mana, du malam ini warga Desa Babang dan Wayau menyantap sahur dalam kondisi gelap karena listrik padam, Jumat (24/3/2023) 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Warga Desa Babang dan Wayau di Halmahera Selata pada Ramadan kali ini, sudah dua malam menyantap sahur ditengah kegelapan.

Bagaimana tidak, aliran listrik di dua desa yang berada di Kecamatan Bacan Timur dan Bacan Timur Selatan itu, terus padam saat menjelang waktu sahur.

Akibatnya, mereka harus menggunakan lampu penerang lain seperti lilin, lampu rakitan, senter handphone dan lain-lain saat sahur.

“Kalau yang punya genset pasti terang, tapi kitorang (kami) ini pake lilin kalau tidak poci (lampu rakitan), “kata Azis, warga Desa Babang, Jumat (24/3/2023).

Untuk di Desa Babang, lanjut Azis, pihak PLN Bacan Halmahera Selatan mulai memadamkan listrik sekitar pukul 02.00 WIT hingga pukul 04.50 WIT baru listrik dihidupkan kembali.

“Jadi kalau tunggu lampu menyala itu sudah dekat imsak. Padah waktu sahur paling bagus kan diantara jam setengah 4 (pukul 03.30 WIT) atau jam 4. Tapi PLN kasih menyala jam begitu, “ujarnya dengan nada kesal.

Kondisi di Desa Babang, tak jauh berbeda dengan Desa Wayau. Di mana, listrik mulai padam di desa tersebut sejak pukul 00.00 WIT hingga pukul 04.50 WIT baru dihidupkan.

“Kemudian pukul 05.30 WIT itu lampu mati sampai tengah hari (siang hari) bahkan sore baru lampu menyela lagi, “ucap Nurlaila, warga Desa Wayaua Halmahera Selatan.

Ibu satu anak itu lantas menyesalkan pihak PLN Bacan. Sebab, dia sangat merasa kesulitan jika listrik sudah padam di waktu sahur.

“Karena saya harus kasih siap makan sahur. Kemudin kalau sahur dalam kondisi gelap itu kita tidak nyaman. Kan kita cuma pakai lilin atau lampu poci, “tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved