Rabu, 6 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Haji 2023

Cuaca di Arab Saudi Saat Ini Lebih Panas Dibanding Zaman Nabi, Jemaah Haji: Itu Bukan Halangan

Bahkan dengan suhu yang mencapai 46 derajat Celcius, seorang jemaah haji Inggris mengatakan bahwa kesulitan itu menambah pengalamannnya.

Tayang: | Diperbarui:
freepik via Tribunnews
Ilustrasi wukuf di Arafah. 

Beberapa meter jauhnya, peziarah berjubah putih berdiri di atas lantai marmer yang sejuk di pintu masuk hotel dan pusat perbelanjaan yang teduh sambil menunggu waktu salat berikutnya.

"Lebih dari 32.000 petugas kesehatan siap membantu siapapun yang terkena sengatan panas atau penyakit lain," kata pihak berwenang, sementara botol-botol air dibagikan secara gratis.

ILUSTRASI Jemaah yang sedang melaksanakan ibadah haji di tengah pandemi Covid-19. Kementerian Agama RI melakukan penyesuaian tarif referensi umrah di tengah pandemi Covid-19.
ILUSTRASI Jemaah yang sedang melaksanakan ibadah haji di tengah pandemi Covid-19. Kementerian Agama RI melakukan penyesuaian tarif referensi umrah di tengah pandemi Covid-19. (Sky News)

Banyak jemaah yang tampak memegang payung untuk melindungi diri dari sinar matahari.

Sedangkan yang lainnya membawa kain yang terlipat dan diletakkan di atas kepala.

"Panas di sini terasa tidak normal, sangat panas," kata seorang jemaah asal Suriah berusia 70 tahun yang tinggal di Kanada, Nibal Mohammed.

Ibadah Haji merupakan sumber ekonomi utama bagi Saudi, ekonomi negara itu juga sebagian besar bergantung pada minyak.

Mengikuti kalender bulan, musim Haji memang tidak selalu berlangsung selama musim panas.

Musim Haji tahun ini bisa menjadi rekor terbesar, menurut pejabat, setelah pembatasan jumlah jemaah pada era pandemi virus corona (Cov) d-19 dihapus.

Batasan usia maksimum juga telah dihapuskan, membuka pintu bagi banyak kelompok lanjut usia (lansia) yang mungkin lebih rentan terhadap panas, untuk menunaikan ibadah Haji.

Musim panas di salah satu daerah terpanas di bumi dapat membuat aktivitas di luar ruangan menjadi berbahaya, membawa risiko dehidrasi, serangan panas dan gagal jantung.

Untuk melindungi para pekerja manualnya, Arab Saudi melarang pekerja di luar ruangan mulai pukul 12 siang hingga 3 sore waktu setempat pada periode Juni hingga September, bulan-bulan terpanas di negara itu.

Cuaca panas bukan hambatan 

Iklim Teluk sangat ekstrem sehingga pada 2021, Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memperingatkan bahwa sebagian dari negara itu bisa saja tidak dapat dihuni pada akhir abad ini karena kenaikan suhu.

Namun bagi jemaah asal Indonesia, panas 'bukan menjadi halangan'.

"Kami memiliki keyakinan di hati kami," kata operator tur berusia 40 tahun.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved