Kamis, 7 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Haji 2023

Cuaca di Arab Saudi Saat Ini Lebih Panas Dibanding Zaman Nabi, Jemaah Haji: Itu Bukan Halangan

Bahkan dengan suhu yang mencapai 46 derajat Celcius, seorang jemaah haji Inggris mengatakan bahwa kesulitan itu menambah pengalamannnya.

Tayang: | Diperbarui:
freepik via Tribunnews
Ilustrasi wukuf di Arafah. 

Sementara istri Assad, Layla, lebih mengkhawatirkan kepadatan yang terjadi pada musim Haji ini di Makkah, dengan ratusan ribu jemaah memadati jalan-jalan dan tempat-tempat ibadah.

"Panas bukan menjadi masalahnya, tapi lebih banyak orang yang mendorong, itulah masalahnya," kata pria berusia 47 tahun.

Pelaksanaan ibadah Haji dan Umrah sepanjang tahun menghasilkan sekitar 12 miliar dolar Amerika Serikat (AS) per tahun untuk Arab Saudi.

Negara yang beribukota di Riyadh itu diketahui tengah berinvestasi di bidang pariwisata sembari mendiversifikasi ekonominya dari minyak.

Sebuah proyek perluasan pun melibatkan peningkatan infrastruktur dan transportasi untuk mendukung fasilitas di Makkah dan Madinah.

Ini adalah bagian penting dari rencana untuk meningkatkan jumlah pengunjung dua kota suci itu.

Beristirahat di tempat teduh di dekat Masjidil Haram, Ahlam Saei, seorang warga Tunisia berusia 40 tahun mengatakan bahwa panas di Saudi 'sangat parah' dibandingkan dengan di negaranya.

Namun, ia tidak ingin mengeluh.

"Haji sebagai ide yang didasarkan pada penerimaan kesulitan, maka hadiahnya pum sama dengan kesulitannya," kata Saei.
 
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Iklim Gurun Diprediksi Lebih Panas Dari Zaman Nabi, Sengatan Matahari di Saudi Tantangan Jemaah Haji

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved