Sofifi
Investasi di Maluku Utara Dinilai Terus Berkembang
Menurut Reni, terus berkembangnya investasi ini dilihat dari nilai pertumbuhan investasi yang terus naik.
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI- Investasi di Maluku Utara dìnilai sangat berkembang.
Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP Maluku Utara, Reni Wowor saat rapat koordinasi dengan Direktur Hilirisasi Mineral dan Batubara, Kementerian Investasi, Hasyim Daeng Barang Kamis, kemarin.
Menurut Reni, terus berkembangnya investasi ini dilihat dari nilai pertumbuhan investasi yang terus naik.
"Jadi di triwulan I tahun 2023 lebih naik menjadi 43 persen di bandingkan pada triwulan kemarin IV tahun 2022 kemarin yang hanya mencapai 13,85 persen," ucap dia.
Lebih lanjut lagi ia mengatakan, sedangkan data dari Bank Indonesia menyebutkan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tumbuh tinggi 27,47 persen pada tahun 2022.
"Sedangkan pertumbuhan ekonomi secara nasional Maluku Utara sangat tinggi di bandingkan dibeberapa provinsi sebesar 14 persen," jelasnya.
Bahkan target investasi dari kementrian investasi ke Maluku Utara yang diberikan pada tahun 2023 sebesar 78,67 persen.
Baca juga: DBH Pemkab Taliabu Sudah Terbayar Rp 1,2 Miliar, Sekda: Sisanya Dicairkan Bertahap
Berdasarkan grafik yang ada untuk penamaan modal asing untuk berinvestasi di Maluku Utara mempunyai tren positif selam lima tahun ini.
"Dari target tahun 2011 Rp 98 trilun realisasi mencapai Rp 15,8 triliun, sedangkan pada tahun 2020 naik dari 855 peren dari 4,13 triliun ke Rp 35,5 triliun," katanya.
"Untuk tahun 2021 ditargetkan investasi asing di Maluku Utara dari Rp 35 triliun realisasi Rp 43, 83 triliun. Untuk tahun 2022 target yang diberikan sebesar Rp 55,54 triliun dan realisasi Rp 67,4 triliun," sambungnya.
Dia menambahkan, dari total secara keseluruhan penanaman modal asing di Maluku Utara mencapai Rp 64,300 triliun dan PMD sendiri mencapai Rp 3,417 triliun.
"Sedangkan tahun 2023 ini diberikan ke Maluku Utara naik menjadi Rp 78,65 triliun dan realisasi triwulan I saat baru mencapai Rp 15 triliun lebih," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/04082023_Smelter48.jpg)