Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

BPVP Ternate

Kunker ke BPVP Ternate Sofifi, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa Apresisai Kerja Kolaboratif

Usai lakukan Kunker ke BPVP Ternate di Ibu Kota Sofifi, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa apresisai kerja kolaboratif

Penulis: Amri Bessy | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Istimewa
KUNKER: Kunker Menaker RI diwakili Staf Khusus, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa (kiri) di BPVP Ternate Sofifi d idampingi Kepala BPVP Ternate, Abdul Azis (kanan), Kamis (10/8/2023). 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - BPVP Ternate Sofifi mendapat apresiasi, dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI.

Hal itu dibuktikan melalui Kunjugan Kerja (Kunker) Menaker RI, diwakili Staf Khusus, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa, Kamis (10/8/2023).

Kunker itu didampingi Kepala BPVP Ternate, Abdul Azis sembari melihat kondisi kantor dan ketersediaan fasilitas.

"Saya kemarin bersama Kepala BPVP Ternate berkesempatan mengunjungi Workshop satelit di Sofifi, "katanya.

Baca juga: BPVP Ternate MoU dengan SMK Plus Halut, Program Pelatihan Administrasi Perkantoran dan Prakerin

Menurutnya, kerja kolaboratif BPVP Ternate Sofifi patut diapresiasi atas kerja-kerja vosia yang begitu baik.

upaya kerja keras merupakan pembangunan satuan pelayanan BPVP Ternate di Sofifi, yang merupakan salah satu bagian dari Transformasi BLK.

"Ini merupakan satu dari 9 lompatan Menaker RI, Ida Fauziyah yang dibangun sejak 2021, "ujarnya.

Ia menyebut, Workshop jarak jauh di Halmahera difokuskan untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten di sektor pertambangan dan pertanian.

"Pelatihan kompetensi di sektor pertambangan ini didesain untuk melakukan transfer knowledge and skill dari TKA ke tenaga kerja lokal, "jelasnya.

Staf Khusus Menaker RI Staf Khusus, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa Kunker ke BPVP Ternate
Staf Khusus Menaker RI Staf Khusus, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa (kiri) berpose bersama Kepala BPVP Ternate, Abdil Azis (kanan)

Sedangkan pelatihan pertanian, lanjut dia, diarahkan untuk mendukung sektor pertanian dan perikanan yang menjadi potensi utama ekonomi masyarakat di kepulauan rempah.

"Pembangunan wokshop di atas lahan 5 hektar itu merupakan kolaborasi multi-pihak, yaitu pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan swasta."

"Lahannya merupakan aset Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang dihibahkan kepada Pemerintah Pusat."

"Pembangunan seluruh gedung dan penyiapan infrastruktur pelatihan dilakukan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, "jelasnya.

Lanjutnya, ada juga partisipasi swasta, yaitu PT Indonesia Wedabay Industrial Park (IWIP).

Dan PT Wanatiara Persada, dua industri smelter nikel besar yang menghibahkan peralatan pelatihan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved