Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Sofifi

Ini Tanggapan DPPA Terkait Kasus Pemerkosaan di Ternate

Musrifa Alhadar menanggapi kasus pemerkosaan ayah terhadap anaknya yang terjadi di Kota Ternate.

|
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPA) Maluku Utara, Musrifa Alhadar. 

TRIBUNTERNATE.COM- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPA) Maluku Utara, Musrifa Alhadar menanggapi kasus pemerkosaan ayah terhadap anaknya yang terjadi di Kota Ternate.

Menurut Musrifa, terkait kasus tersebut saat ini pihaknya bersama dengan DPPA Ternate telah melakukan pendampingan langsung.

"Kami tetap konses dalam sebuah kasus dan media juga tahun itu," ucap dia, Jumat (11/8/2023).

Bahkan pihaknya sangat bersyukur atas respon cepat dari Menteri Sosial Tri Rismaharini, yang langsung datang ke Ternate untuk melihat langsung para korban kasus tersebut.

"Kami sangat apresiasi karena Ibu Menteri Tri Rismaharini sangat perhatian dengan kasus-kasus yang ada di Maluku Utara," jelasnya.

Lebih jauh lagi ia, mengatakan ada juga langka pendampingan langsung kasus ini dari kementrian sosial, sehingga ini sangat baik bagi pihaknya.

Apalagi tujuan Menteri Sosial yang pertama adalah fokus kasus pemerkosaan dan pengancaman di Halmahera Utara, yang tak lain dilakukan ayah sungguh kepada kedua anaknya.

"Jadi kasus-kasus di Maluku Utara ini bukan hanya menjadi perhatian dari DPPA, namun juga ada perhatian serius dari kementrian sosial," katanya.

Baca juga: Paripurna Persetujuan 5 Ranperda Digelar, Bupati Halmahera Selatan Apresiasi DPRD

Ia mengaku, sementara ini data kasus pemerkosaan di Maluku Utara khusus di tahun 2023 sudah mencapai 124 orang.

"Data ini terhitung dari 1 Januari sampai dengan Juli kemarin," terangnya.

Ditanya meski DPPA sering gencar melakukan langkah-langkah sosialisasi terkait kekerasan anak dan perempuan, tetapi kasus pemerkosaan tersebut terus marak terjadi akhir-akhir ini.

Kata Musrifa, hal ini harus adanya dukungan kerjasama dari pihak lainnya dan tak boleh pihaknya bekerja sendiri.

"Untuk program kita sendiri saya pikir sudah banyak hal yang dilakukan, melalui sosialisasi dan edukasi baik itu anak-anak sendiri, orang dewasa dan orang tua (masyarakat pada umumnya)," ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini karena banyaknya dilakukan sosialisasi dari pihaknya, akhirnya masyarakat juga paham bahwa negara itu ada untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat terutama kepada anak orang tua.

"Makanya itu mereka para korban ini sudah tak takut lagi, misalnya mendapatkan kasus pelecehan dan kekerasan sexsual adalah hal yang tabu tetapi harus diungkapkan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved