Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Sofifi

Pemprov Maluku Utara Dukung Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi

Pemerintah mendukung dan komitmen transformasi perpustakaan berbasis inklusi di Maluku Utara

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Dok Biro Adpim Pemprov Maluku Utara
PROGRAM: Sosialisasi dan Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Komunikasi, Program Transformasi Perpustakaan Berbasis inklusi sosial bagi Pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan, Rabu (30/8/2023). 

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maluku Utara, menggelar Sosialisasi dan Bimtek,

Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Komunikasi, Program Transformasi Perpustakaan Berbasis inklusi sosial.

Bagi Pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan di Hotel Corner Ternate, Selasa (29/8/2023) malam.

Kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Mulyadi Wowor.

Baca juga: Kasus Kekerasan Anak di Maluku Utara Paling Tinggi

Yang dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maluku Utara, Muliadi Tutupoho dan jajarannya.

Kepala Biro Adpim pemprov Maluku Utara, Rahwan K Suamba dan para peserta dari kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Mulyadi Wowor menyampaikan bahwa perpustakaaan berperan penting.

Dalam meningkatkan SDM masyarakat Indonesia, karena perpustakaan menyediakan sumber daya dan jasa di berbagai media.

Untuk memenuhi kebutuhan individu dan kelompok dalam hal pendidikan, informasi dan pengembangan pribadi termasuk kreasi dan rekreasi.

Selain itu, perpustakaan berperan penting dalam pengembangan dan pemeliharaan masyarakat demokratis.

Dengan memberikan akses individu untuk berbagai dan beragam pengetahuan, ide dan pendapat.

Sementara, program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial telah digerakkan oleh Perpustakaan Nasional, dengan dukungan dari Bappenas RI sejak tahun 2018.

Program ini merupakan pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan di seluruh perpustakaan di Indonesia.

"Perpustakaan berbasis inklusi sosial diharapkan dapat meningkatkan literasi informasi bagi masyarakat dan berbasis teknologi informasi dan komunikasi mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat."

"Meningkatkan kesejahteraan dan juga mendorong kreativitas serta memangkas berbagai kesenjangan akses, "ucapnya mengutip sambutan Gubernur Maluku Utara.

Menurutnya, pada 2023, Pemprov Maluku Utara kembali mendapatkan kepercayaann dari Kepala Perpustakaan Nasional RI.

Untuk melaksanakan Penguatan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di 9 desa/kelurahan.

Dengan program transformasi perpustakaan desa tersebut, perpustakaan desa menjadi tempat sumber informasi, belajar dan berkegiatan masyarakat desa.

Untuk mengembangkan potensinya yang akhirnya berimpact pada peningkatan kesejahteraan, antara lain kegiatan pelatihan komputer dan internet, pelatihan kerajinan tangan dan lainnya.

Merespon program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara lanjut Mulyadi Wowor.

Berkomitmen akan terus memberi dukungan berupa kebijakan bidang perpustakaan dan peningkatan sarana dan prasarana untuk menjamin kelancaran program transformasi tersebut.

"Hal ini dibuktikan bahwa, dalam hal kebijakan Pemprov Maluku Utara telah mengeluarkan Keputusan Gubernur."

"Tentang pembentukan Tim Sinergi Transformasi Perpustakaan Berbasisi Inklusi Sosial, "jelasnya.

Sedangkan dukungan dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pemerintah daerah, telah melengkapi sarana dan prasarana di Perpustakaan Daerah.

Berupa ruang baca anak, aula mini yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, mahasiswa dan pelajar untuk berkegiatan.

Baca juga: Pastikan Bantuan Tersalurkan, Dinsos Maluku Utara Gelar Rakor Tentang Program Keluarga Harapan

Serta layanan internet dan komputer yang dapat digunakan untuk pelatihan, mengakses koleksi perpustakaan, baik dalam bentuk koleksi fisik maupun pelayanan perpustakaan digital.

"Oleh karena itu, saya meminta kepada Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan agar menjadikan program ini."

"Sebagai usaha untuk merevitalisasi atau penguatan fungsi perpustakaan di tengah-tengah masyarakat, "pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved