BKKBN Malut
BKKBN Malut Hadiri Diseminasi Audit Kasus Stunting di Tidore Kepulauan
BKKBN Maluku Utara menghadiri acara diseminasi atas audit kasus Stunting di Kota Tidore Kepulauan
"Oleh karena itu bagi bapak/ibu yang berkeinginan mengambil bagian dari aksi percepatan penurunan Stunting di Kota Tidore Kepulauan, inilah kesempatan untuk berkontribusi langsung, dengan menjadi Bapak/Bunda Asuh Stunting."
"Semoga segala upaya kita untuk daerah tercinta ini mendapatkan hasil seperti yang kita harapkan bersama, dan tentunya masyarakat Kota Tidore Kepulauan dapat terbebas dari bahaya dan ancaman masalah-masalah kesehatan, "tutupnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Utara, Nuryamin mengatakan untuk mendukung percepatan pencegahan dan penurunan Stunting di Kota Tidore Kepulauan.
Akan ada Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) di Kota Tidore Kepulauan bulan Oktober mendatang.
"Bulan depan akan ada Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) di Kota Tidore Kepulauan, hal ini untuk mendukung percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kota Tidore Kepulauan, karena pendampingan stunting datanya harus diperketat."
"Selain penyediaan pangan lokal yang bernilai gizi tinggi, salah satu upaya pencegahan Stunting yaitu dengan menekan angka pernikahan dini, karena berdampak pada kesehatan ibu dan anak, "ungkap Nuryamin.
Tidak hanya itu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara juga menyampaikan masyarakat harus paham dan ingat.

Bahwa terdapat usia ideal dalam pernikahan, orang tua juga harus pahami terkait usia ideal pernikahan sebelum memutuskan untuk menikahkan anak kita.
Usia Ideal pernikahan usia 21 tahun untuk laki-laki dan 25th untuk perempuan. Stunting ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu yang paling sering dan tidak bisa dikesampingkan dari aktivitas keseharian kita semua adalah merokok.
Faktor Bapak yg suka merokok dapat mempengaruhi ibu hamil, dapat mempengaruhi kehamilan istrinya dan sampai bisa membahayakan kesehatan ibu yang sedang hamil.
Sementara, Kepala Dinas P2KBP3A Kota Tidore Kepulauan, Abd Rasid Abd Latif dalam laporannya mengatakan.
Tujuan dilaksanakannya diseminasi audit kasus stunting adalah salah satu upaya untuk menurunkan angka kasus Stunting.
Baca juga: BKKBN Malut, Tribunternate dan Telkom Indonesia Salur Bantuan Social Movement Semesta Cegah Stunting
Selain itu, mencegah munculnya kembali kasus stunting baru pada anak balita, sebagaimana arahan Pemerintah dalam Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI) dan juga target Prevalensi Stunting sebesar 14 persen pada 2024.
"Kegiatan diseminasi audit kasus stunting ini berlangsung selama 1 hari, bertempat di Aula Sultan Nuku Kantor Wali Kota."
"Pesertanya meliputi para pimpinan OPD, camat, dan lurah serta kepala desa, kepala Puskesmas, dokter Puskesmas, bidan, koordinator penyuluh KB, pelaku usaha dan perguruan tinggi, "kata Abd Rasid. (*)
Laut Bunaken di Manado Jadi Saksi Penyerahan Pataka Kirab Bangga Kencana |
![]() |
---|
Tidore Tuan Rumah Harganas 2025 |
![]() |
---|
Kemendukbangga/BKKBN Dorong Percepatan Quick Win Menteri Wihaji dan Bangga Kencana di Taliabu |
![]() |
---|
Tingkatkan Kinerja dan Sinergitas, Kemendukbangga/BKKBN RI Gelar Retreat Flower Bee Honey |
![]() |
---|
Semangat Baru di Dalam Logo Baru Kemendukbangga/BKKBN |
![]() |
---|