Ternate Andalan
DLH Ternate Ungkap Penyebab Matinya Ribuan Ikan di Pesisir Pantai Sasa Akibat Limbah Pabrik Tahu
Syarif Tjan mengungkapkan, Penyebab matinya ribuan ikan di bibir pantai Kelurahan Sasa, Ternate Selatan, Maluku Utara beberapa waktu lalu.
Penulis: Randi Basri | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM - Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Ternate, Syarif Tjan mengungkapkan, Penyebab matinya ribuan ikan di bibir pantai Kelurahan Sasa, Ternate Selatan, Maluku Utara beberapa waktu lalu.
Dia menyampaikan, berdasarkan hasil dari Water Laboratory Nusantara (WLN) Manado, dan sesuai dengan PP RI Nomor 22 Tahun 2021, ikan-ikan tersebut mati lantaran limbah organik dari dia pabrik tahu dan air deterjen warga setempat.
“Setelah memperoleh hasil laboratorium yang diuji selama 10 hari, terungkap bahwa penyebab ikan mati itu karena limbah pabrik tahu dan air sisa cucian deterjen dan pertanian warga setempat,” ucap Syarif, Kamis (28/9/2023).
Meski begitu, pihaknya masih akan mengambil sampel dari pabrik tahu, selanjutnya memeriksa limbah parameter air limbah yang keluar dari IPAL pabrik tersebut.
“Apakah sudah sesuai baku mutu air limbah atau melebihi baku mutu air,” katanya.
Syarif juga menyebut, dua pabrik itu memang telah mengantongi IPAL hanya saja, volume IPAL yang tidak memadai untuk penampungan limbah.
Sehingga, langkah yang harus diambil yakni menambah daya tampung.
“Agar kompartemen untuk retenai time air limbah dan proses limbahnya maksimal,” terang dia.
Baca juga: Polsek Oba Utara dì Tidore Ringkus Satu Pelaku Pencurian Sepeda Motor
Selain itu, kata dia, perlu juga dibuat biodigester untuk menangkap gas metana sehingga bisa menampung air limbah, sebelum masuk ke IPAL.
“Kita juga punya langkah lain yakni menanam mangrove, di area sekitar, agar sedimen yang mengandung lemak limbah organik bisa di-reduksi,” jelasnya.
Ia menambahkan, ada juga parameter yang menjadi penyebab ikan mati, di antaranya Fosfat, Amonia, Nitrat dan Hidrogen Sulfida (H2S).
“Tiga parameter tersebut akan meningkat, bila limbah organik masuk ke lingkungan perairan pantai,” pungkasnya. (*)
Pekerjaan Pusat Kuliner Pandara Kananga Ternate Diselidiki Kejati Maluku Utara |
![]() |
---|
Insentif RT/RW di Ternate Naik Jadi Rp500 Ribu, Rizal Marsaoly : Pembayaran Sebelum Ramadan |
![]() |
---|
Utang Bawaan 2024 Pemkot Ternate Senilai Rp48 Miliar Dibayar Hari ini |
![]() |
---|
Rotasi Jabatan Bakal Dilakukan Usai Pelantikan, BKPSDM Tunggu Instruksi Wali Kota Ternate |
![]() |
---|
Musrenbang Kecamatan Ternate Tengah Digelar di Taman Nukila, Libatkan Pelaku UMKM |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.