Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pulau Morotai

Harga Barito di Morotai Normal, Pemda Terus Monitoring dan Intervensi Harga Konsumen

M Agung Pono mengatakan, harga Barito awal tahun 2024, mengalami penurunan harga dari sebelumnya.

Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com
Tampak Barito yang dijual di pasar rakyat Gotalamo oleh salah satu penjual, Rabu (3/1/2024). 

TRIBUNTERNATE.COM, MOROTAI - Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pulau Morotai, M Agung Pono mengatakan, harga Barito awal tahun 2024, mengalami penurunan harga dari sebelumnya.

Itu setelah pihaknya turun langsung di pasar rakyat Gotalamo, Morotai Selatan, untuk mengecek harga, dimana sebelumnya sedikit mengalami kenaikan, misalnya rica dan tomat.

"Kita turun cek harga langsung di pasar dan Alhamdulillah, awal tahun ini, ada sedikit penurunan harga Barito, bahkan ada harga tetap stabil,"katanya kepada Tribunternate.com, Rabu (3/1/2024).

Menurutnya, penurunan harga Barito, misalnya cabai keriting yang sebelumnya sekilonya Rp 85 kini turun, karena adanya stok masuk di beberapa kecamatan ke pasar rakyat itu.

"Harga cabai merah keriting sebelumnya masih Rp  75 sampai 85 ribu, sekarang Rp 60 sampai 65 ribu per kilo, karena adanya peningkatan produksi di beberapa kecamatan di Morotai,"ujarnya.

Ia juga mengaku, harga tomat saat natal kemarin mengalami kenaikan harga, namun memasuki tahun baru ini, harganya sudah turun. Meskipun demikian kata dia, cabai rawit harganya masih tinggi.

"Kalau cabai nona harganya minggu kemarin dan minggu ini masih sama sekitar Rp 85 sampai 100 ribu per kilo, tapi kalau secupa (ukuran kaleng susu) masih Rp 15 ribu,"akuinya.

"Tomat di saat natal itu sempat naik sekilonya Rp 45 ribu, sekarang sekilonya Rp 30 ribu, bawang merah dan putih masih stabil, ⁠bawang putih satu kilo Rp 45 sampai 50 ribu, dan ⁠bawang merah Rp 50 sampai 55 ribu per kilo,"sambungnya.

Baca juga: HMI Permasalahkan Penyaluran Minyak Tanah Subsidi, Begini Penjelasan Pj Bupati Morotai

Adanya itu, kata Agung, maka langkah pemda jika terjadi kelangkaan ataupun kenaikan harga, Pemda tetap mengupayakan menekan harga, dengan melakukan subsidi terhadap komoditi itu, sebab kata dia subsidi ini, tidak menekan harga petani namun menekan harga penjualan ke konsumen.

"Harganya tetap disesuaikan dengan petani, sedua hari kita subsidi lagi. Jadi morotai selalu aman, karena setiap harga bergejolak, pemda selalu intervensi lewat Dinas terkait,"paparnya.

Terus lagi, kata Agung, setiap bulan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus melakukan rapat kaitannya dengan inflasi daerah di seluruh Indonesia, dan lanjutnya, Morotai dari semua kabupaten kota di Maluku Utara masih aman.

"Tadi juga ada rapat dengan Kemendagri, untuk Morotai masih aman, sebab Kabupaten Kota di Indonesia kepala Daerah yang dijabat oleh Plt, selama tiga kali berturut-turut, masuk kategori inflasi berarti akan dievaluasi,"pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved