Pemkab Halmahera Selatan
Pemkab Halmahera Selatan Terima Penghargaan dari Balai Bahasa Maluku Utara
"Penghargaan ini milik seluruh warga, guru, siswa, orang tua serta komunitas adat yang merawat bahasa ibu, "kata Wabup Halmahera Selatan Helmi Muchsin
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Pemkab Halmahera Selatan menerima penghargaan dari Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara
2. Penghargaan tersebut diberikan pada malam puncak Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 di Lapangan Ngara Lamo, Ternate
3. Helmi Umar Muchsin: Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas kesungguhan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan bahasa lokal
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Pemkab Halmahera Selatan menerima penghargaan dari Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara.
Penghargaan tersebut diberikan pada malam puncak Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 di Lapangan Ngara Lamo, Kota Ternate, Sabtu (8/11/2025).
Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin mengatakan, penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas kesungguhan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan bahasa lokal.
"Bahasa daerah dipandang bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga media transmisi pengetahuan dan identitas kultural di Bumi Saruma, "kata Helmi dalam keterangannya, Minggu (9/11/2025).
Baca juga: Buyback Naik Rp 8 Ribu per Gram, Ini Update Harga Emas Antam Senin 10 November 2025
Menurut Helmi, salah satu indikator penting diraihnya penghargaan itu ialah program revitalisasi Bahasa Bacan yang dilaksanakan secara sistematis melalui pendekatan pendidikan partisipatif.
Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara bersama Dinas Pendidikan Halmahera Selatn pun menggelar bimbingan teknis pengajar utama bahasa daerah pada 23–26 Juni 2025, dengan mempertemukan teori linguistik dan praktik edukasi lapangan.
Helmi pun menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan dari Balai Bahada Maluku Utara bukan semata hasil kerja pemerintah, melainkan buah kolaborasi masyarakat.
"Penghargaan ini milik seluruh warga, guru, siswa, orang tua serta komunitas adat yang merawat bahasa ibu di rumah, sekolah dan ruang publik, "tuturnya.
Lebih lanjut, politisi Partai Nasdem ini menekankan pentingnya kesinambungan program agar bahasa daerah terus hidup di tengah perubahan zaman.
"Kami akan memperkuat program muatan lokal bahasa daerah dan memperluas pengimbasan hingga ke desa-desa, "tegasnya.
Helmi menambahkan, pelestarian bahasa bukan hanya soal komunikasi, tetapi bagian dari pembangunan karakter generasi muda.
Baca juga: Ramalan Karier 12 Zodiak, Senin 10 November 2025: Jangan Kecewa dan Perbaiki, Cancer!
Oleh sebab itu, ia berharap literasi bahasa daerah di Halmahera Selatan terus dikembangkan.
"Kami ingin anak-anak tumbuh dengan rasa bangga dan percaya diri menggunakan bahasa Bacan serta bahasa lokal lainnya."
"Bahasa adalah jembatan peradaban. Dengan menjaganya, kita sedang menjaga identitas dan martabat masyarakat, "tutupnya. (*)
| Pemkab Halsel Hibahkan Rp2 Miliar untuk KONI Jelang Porprov Malut 2026, 22 Cabor Siap Tanding |
|
|---|
| Gaji ke 13 ASN Halmahera Selatan Cair Setelah Idul Adha, TPP 3 Bulan Segera Menyusul |
|
|---|
| DBH Senilai Rp 501 Miliar Belum Cair, Pemkab Halmahera Selatan Prioritaskan Belanja Wajib |
|
|---|
| Pemkab Halsel Fokus Selesaikan Utang Proyek Lama dan Gaji Pegawai: Kegiatan 2026 Tunggu DBH |
|
|---|
| Raih Penghargaan dari Kemendagri, Pemkab Halmahera Selatan Diberi Bonus Rp1 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Pemkab-Halmahera-Selatan-terima-penghargaan-dari-Balai-Bahasa-Maluku-Utara.jpg)