Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pulau Morotai

Jasa Medis Rp 2,5 Miliar Belum Mengalir ke Tenaga Medis RSUD Ir Soekarno Morotai

Tenaga medis atau Nakes di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir Soekarno Morotai belum menerima jasa medis selama 5 bulan.

Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Mufrid Tawary
Tribunnews.com
Tenaga medis saat melayani pasien 

TRIBUNTERNATE.COM, MOROTAI - Tenaga medis atau Nakes di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir Soekarno Morotai belum menerima jasa medis selama 5 bulan.

Informasi yang dihimpun, belum terbayarnya jasa  para Nakes itu, lantaran pagu anggaran yang anggaran diplotobg  tahun 2023 kemarin tidak mencukupi.

Alhasil, ditunda pembayarannya dari bulan Juli sampai November tahun 2023.

Perihal itu, dibenarkan, Direktur RSUD Ir Soekarno Morotai, Intan Imelda Engelbert Tan , di Kantor Bupati Morotai, Kamis (25/1/2024).

"Ia benar, itu karena kami punya pagu anggaran 2023 kemarin, tidak mencukupi. Jadi cuman bisa bayar sampai pada bulan Juni, sedangkan bulan Juli sampai November belum,"katanya membenarkan itu.

Menurutnya, belum dibayarnya itu bukan tanpa alasan, sebab tahun 2023 kemarin, pihaknya sudah mengajukan permintaan lewat di perubahan anggaran, namun tidak ada perubahan anggaran yang dilakukan Pemda Morotai, maka ditunda.

"Itu kan harapannya ada anggaran perubahan waktu tahun lalu, supaya kami bisa ada ketambahan pagu, cuma kan tidak ada. Akhirnya kami tidak bisa bikin permintaan karena dana yang itu sudah tidak cukup untuk kami minta,"ujarnya.

Baca juga: Peserta Ikut Lelang Jabatan di Pemkab Morotai akan Dinilai Tim dari Pemprov Maluku Utara

Bahkan, ia mengaku, sudah menyampaikan ke Pemda Morotai, dalam hal ini Kaban Keuangan, sehingga pihaknya dijanjikan akan diberikan tahun ini, karena masih menunggu evaluasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dari Provinsi Maluku Utara.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Ibu Kaban Keuangan, tapi ibu kaban sampaikan bahwa nanti dibayarkan di tahun ini, setelah APBD 2024 selesai dievaluasi,"

Ia mengaku kembali, total keseluruhan anggaran jasa medis selama 5 bulan itu, sebesar Rp 2,5 miliar.

"Belum ada pembayaran BPJS jadi kami punya penyetoran PAD itukan baru sampai November. Jadi kalau misalnya anggaran sudah berjalan terus kami minta sampai November itu sekitar Rp 2,5 miliar lebih dari 5 bulan itu,"pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved