Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Didemo saat Kunker ke Pulau Makian, Begini Kata Bupati Halmahera Selatan

Bupati Halmahera Selatan Bassam Kasuba didemo puluhan mahasiswa dan pemuda saat kunjungan kerja (Kunker) ke Kematan Pulau Makian,

|
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com
Bupati Halmahera Selatan Bassam Kasuba. Ia buka suara soal demonstrasi puluhan pemuda mahasiswa saat Kunker ke Pulau Makian, Minggu (11/2/2024). 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN -Bupati Halmahera Selatan Bassam Kasuba didemo puluhan mahasiswa dan pemuda saat kunjungan kerja (Kunker) ke Kematan Pulau Makian, pada Sabtu (10/2/2024) kemarin.

Padahal, kedatangan politisi PKS itu dalam dalam rangka menghadiri undangan pelantikan TP-PKK dan sunatan masal yang digelar Dinas Kesehatan di Desa Gorup, Kecamatan Pulau Makian.

Akibat dari demo tersebut, agenda politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini terpaksa ditunda lantaran massa tak memberi kesempatan untuk hearing terbuka.

Adapun demo yang digelar pemuda dan mahasiwa Pulau Makian itu terkait pembangunan jalan hotmix Sangapati-Rabutdaiyo dan Rumah Sakit Pratama (RSP) yang belum diselesaikan.

Bassam Kasuba dalam keteranganya mengatakan, tujuan melakukan Kunker ke Pulau Makian tidak hanya menghadiri undangan pelantikan TP-PKK dan sunatan masal.

Baca juga: Bupati Halmahera Selatan Resmikan Jembatan Penghubung Mataketen-Tagono

Tetapi, ia juga ingin memastikan progress pekerjaan RSP dan tahap pembangunan jalan lingkar Pulau Makian di lapangan.

“Saya berkunjung ke Pulau Makian ini tujuan hadiri agenda pelantikan TP-PPK se Kecamatan Pulau Makian, hanya saja ada protes kelompok mahasiswa, pemuda dan warga. Meski ada upaya hearing tapi masa ngotot dan menghadang terpaksa kami meninggalkan Pelabuhan Gorup," ujarnya, Minggu (11/2/2024).

Bassam menyebut Pemkab Halmahera Selatan telah mengalokasikan anggaran puluhan miliar untuk kelanjutan pembangunan RSP dan pekerjaan jalan segmen Sangapati-Rabutdaiyo pada tahun ini.

Oleh sebab itu, pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar warga Pulau Makian dipastkan terlaksana.

“Sayangnya kami ditolak atas protes yang disampaikan. Padahal niat baik saya untuk menjelaskan kepada warga yang melakukan protes terkait mangkarknya pembangunan RSP akibat kelalaian pihak rekanan."

"Prinsipnya kegiatan pembangunan RSP sudah ada tambahan anggaran, kemudian pembangunan jalan lingkar Pulau Makian juga ada tambahan anggaran sebesar Rp 10 miliar tahun 2024,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun sultra
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved