Sofifi
Dinkes Maluku Utara Temukan Dua Pasien Meninggal Dunia Kasus Demam Berdarah
Dinas Kesehatan Maluku Utara menemukan dua angka kematian di Demam Berdarah Dengua (DBD) pada awal tahun 2024.
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI- Dinas Kesehatan Maluku Utara menemukan dua angka kematian di Demam Berdarah Dengue (DBD) pada awal tahun 2024.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Maluku Utara, Hesty Elvianty Masry saat ditemui Tribun Ternate.com mengatakan, pihaknya mencatat sejak Januari sampai dengan Maret 2024 sudah terdapat 236 kasus DBD yang tersebar di 7 kabupaten/kota se Maluku Utara.
"Jadi 7 Kabupaten/kota yaitu Kota Ternate, Tidore, Morotai, Sula, Halmahera Barat, Halmahera Utara dan Halmahera Selatan dan kasus yang paling terbesar itu berada di Morotai dengan jumlah 88," ucap dia, Rabu (20/3/2024).
Menurutnya untuk kasus sampai kematian sesuai laporan itu berada di Kabupaten Halmahera Utara dan Kota Tidore dengan pasien anak bayi." Jadi untuk Halmahera Utara itu terlapor kasus 53 dengan 1 angka kematian. Kemudian Tidore dari 10 kasus terlapor 1 angka kematian," ujarnya.
Lanjutnya, maka dari itu pihaknya meminta masyarakat harus sadar diri dan waspada, karena beberapa tahun terakhir ini Maluku Utara terdapat cuaca yang sangat ekstrim, karena tak bisa memprediksi datangnya curah hujan yang lebat.
"Jadi kemarin-kemarin yang kita semua ampir lupakan gerakan menutup, menimbun dan membakar, sehingga itu harus diulang kembali saat ini, maka yang disebutkan kebersihan lingkungan itu sangat penting," jelasnya.
Baca juga: BPJS Kesehatan Ternate Sosialisasi Layanan JKN Selama Libur Lebaran 2024
Bahkan pihaknya pada dua tahun terkahir kemarin sudah mulai melakukan atau mengalahkan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (GIRIJ) secara berkesinambungan.
"Makanya kami harap semua rumah warga paling sedikit 1 rumah harus ada Jumantik, dengan harapan Jumantik ini bisa mengontrol adanya jentik-jentik dirumah dan pekarangan rumah," katanya.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya juga sudah mengeluarkan himbauan ke kabupaten/kota usai adanya kematian dalam kasus ini di dua wilayah tersebut.
"Kita keluarkan himbauan kasus DBD sudah masuk dalam kewaspadaan dini, sehingga kabupaten/kota sudah bisa mengantisipasi, sehingga jangan sampai ada kejadian DBD yang tak bisa dikontrol," pungkasnya.
"Bahkan kami sangat takut dan kwatir jika angka kasus DBD ini tinggi dan kemudian diikuti dengan kematian," sambungnya.(*)
DPRD Maluku Utara Tinjau Pagar SMK N 2 Tidore yang Ambruk: Segera Usulkan Perbaikan |
![]() |
---|
Pj Gubernur Maluku Utara Minta Seluruh OPD Siap Hadapi Transisi Pemerintahan |
![]() |
---|
Kondisi Panti Asuhan PSAA Budi Sentosa di Ternate Memprihatinkan, Zen Kasim : Akan Direnovasi |
![]() |
---|
BPKAD Warning 7 OPD di Pemprov Maluku Utara yang Belum Serahkan Laporan Keuangan |
![]() |
---|
Akademisi Maluku Utara Dorong Seleksi Terbuka dalam Pembentukan Kabinet Sherly Laos - Sarbin Sehe |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.