Halmahera Selatan
Warga Gorontalo dì Halsel Gelar Tradisi Tumbilotohe, Ribuan Obor Warnai Malam Lailatul Qadar
Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) di Halmahera Selatan, Maluku Utara, menggelar tradisi Tumbuliotohe pada malam Lailatul Qadar
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) di Halmahera Selatan, Maluku Utara, menggelar tradisi Tumbuliotohe pada malam Lailatul Qadar, Sabtu (6/4/2024) malam.
Tumbilotohe merupakan tradisi warga Gorontalo yang dilaksanakan pada malam ke 27 bulan suci Ramadan hinggal malam lebaran Idul Fitri.
Di mana, ribuan lampu obor berbahan bambu dan bekas botol kacah, dinyalakan di sepanjang jalan usai salat tarawih.
Dalam pelaksanaan tradisi Tumbilotohe kali ini, KKIG di Halmahera Selatan melaksanakan di pelataran Jalan Oesman Sjah, Desa Tomori, Kecamatan Bacan.
Bupati Halmahera Selatan Bassam Kasuba dalam kesempatan itu turut merayakan tradisi Tumbulihote bersama warga Gorontalo yang tergabung di KKIG.
Politikus PKS ini tampak didampingi istrinya Rifa'at Al Sa'adah, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan para pemuka agama.
Bassam ketika sambutan, mengatakan tradisi Tumbilihote yang dihadirkan warga Gorontalo, menjadi bukti kekayaan budaya setiap etnis yang mendiami wilayah Halmahera Selatan.
Dia pun menegaskan tradisi dan budaya setiap etnis harus didorong menjadi kegiatan rutin tahunan.
Baca juga: Bakal Calon Bupati Halmahera Selatan Maluku Utara Bahrain Kasuba Diundang Golkar ke Jakarta
Hal ini dilakukan agar tradisi maupun budaya baik yang diwariskan para leluhur, tetap lestari.
"Atas nama pemerintah daerah, saya pribadi dan keluarga mengapresiasi, ke depan saya harap ini dapat menjadi kegiatan bersama setiap entis untuk memperingati dengan ciri khas budaya masing-masing," imbuhnya.
Bassam menambahkan, suku dan etnis di luar Maluku Utara yang mendiami wilayah Halmahera Selatan cukup banyak.
Oleh karena itu, dia mengklaim daerah berjuluk 'Bumi Saruma' tersebut adalah salah satu daerah di Maluku Utara yang masyaraktanya beragam.
"Kita di sini banyak etnis dan suku. Ada Bugis, Buton, Jawa, Madura, Gorontalo, dan beragam suku pribumi yang mendiami Pulau Bacan," tandasnya.
Terpisah, koordinator kegiatan KKIG, Rizal Hamza, menjelaskan bahwa pegelaran tradisi Tumbilotohe ini sebagai tanda bulan Ramadan akan berkahir.
“Jika kami di Gorontalo, ini menandakan bahwa Ramadan itu akan berakhir, biasanya tradisi ini dilaksakan tiga hari menjelang malam terakhir Ramadan," katanya.
Menurutnya, ada sekitar 2.500 obor dinyalakan oleh dalam giat tersebut. Obor ini tersebar di sepanjang Jalan Oesman Sjah, Desa Tomori hingg di depan Masjid Al-Kautsar Kecamatan Bacan.
"Dahulu, kegiatan seperti ini masih menggunakan bahan damar kemudian, obor dan lampu botol. Kalau di Gorontalo itu disebut Tumbilotohe," tutup Rizal. (*)
Polres Halmahera Selatan Terima Laporan Pencemaran Nama Baik, Seret 2 Pengurus KNPI |
![]() |
---|
Rapimpurda Tak Tuntas, Dialog Kepemudaan KNPI Halmahera Selatan Ricuh |
![]() |
---|
Berkas dan 3 Tersangka Bom Ikan di Perairan Halmahera Selatan Diserahkan ke Jaksa |
![]() |
---|
Satlantas Polres Halmahera Selatan: Laka Tunggal Renggut Nyawa Gugun Udin Murni Kecelakaan |
![]() |
---|
Polres Halmahera Selatan Diminta Usut Laka Tunggal di Kawasan GOR yang Tewaskan Gugun Udin |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.