Penerapan Jam Buang Sampah di Ternate Maluku Utara Dapat Respon Positif
Partisipasi masyarakat di Kota Ternate sangat penting, dan ini harus secara masif dilakukan , tidak boleh hanya seremonial semata
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Flayer tentang disiplin membuang sampah,oleh Pemkot Ternate, Maluku Utara dapat respon positif.
Di mana bunyi flayer itu adalah, 'dilarang buang sampah di luar jam yang telah di tentukan puku 18.00 sore -04 pagi'.
Aturan tersebut mendapat apresiasi, dan dukungan masyarakat, salah satunya Dr. Abubakar Abdullah.
Menurutnya, sosialisasi Pemerintah Kota seperti ini harus digalakkan.
Baca juga: Alokasikan Rp 10,5 Miliar, Pemkab Morotai Maluku Utara Bagun Jalan Desa Sangowo
Sebagai perwujudan untuk meminimalisir penumpukan dan timbulan sampah.
Pada setiap titik-titik ruas jalan, maupun kawasan permukiman di Kota Ternate.
"Selain itu, partisipasi masyarakat sangat penting. Dan ini harus secara masif, tidak boleh hanya seremonial."
"Andai saja masyarakat disiplin sesuai waktu yang di tentukan."
"San pemerintah juga harus disiplin menggerakan armada pengangkut sampahnya dengan baik."
"Maka saya yakin, masalah sampah di kota ini akan bisa teratasi, "jelasnya, Rabu (24/4/2024).
Lanjutnya, program ini merupakan program jangka pendek Pemkot Ternate.
Sedangkan jangka panjang, membutuhkan menejmen dan polarisasi.
Yang bukan hanya angkut dan buang, ke tempat pembuangan akhir (TPA).
"Akan tetapi harus memakai pendekatan teknologi pemilhan yang tepat sasaran."
"Termasuk program andalan terkait idustrialisasi sampah segera di aplikasikan, "pintanya.
Dikatakan, permasalahan sampah di Kota Ternate adalah masalah kronis.
Karena kota sekecil ini, mempunyai rasio penduduk dan lahan terbangun.
Hingga produksi sampah tidak berbanding lurus, maka butuh keseriusan yang jelih.
Baca juga: Istri Thiago Silva Bertingkah Lagi seusai Chelsea Dibantai Arsenal, Fans: Bawa Suami Balik ke Brasil
"Dan yang paling penting, kesadaran dan pengawasan buang sampah di kali mati (barangka) dan drainase."
"Karena jika curah hujan tinggi, maka ini berefek pada penyebaran sampah di pesisir laut."
"Intinya, kolaborasi dan akselerasi sangat penting untuk bersama-sama menjadikan kota tetap bersih dan asri, "pungkasnya. (*)
| Kisah Pilu Rohana, Guru di Ternate Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran: 'Habis Tak Tersisa' |
|
|---|
| Hindari Jalan Berlubang, Remaja di Taliabu Meninggal dalam Kecelakaan |
|
|---|
| Kasus MinyaKita Morotai Memanas, Penyidik Dilaporkan atas Dugaan Pemalsuan Dokumen |
|
|---|
| Dugaan Judol Libatkan Sekkab Morotai dan Oknum Polisi, Gubernur-Kapolda Diminta Beri Sanksi Tegas |
|
|---|
| Rekonsiliasi Data JKN Jadi Kunci Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan di Maluku Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Penerapan-Jam-Buang-Sampah-di-Ternate-Maluku-Utara-Tuai-Dukungan.jpg)