Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

MTQ Tingkat Provinsi

BREAKING NEWS: Ricuh Saat Pembukaan MTQ XXX Tingkat Provinsi di Ternate Maluku Utara

Kericuhan bermula ketika Khafila Halmahera Barat tidak kebagian tempat duduk, lantaran kursi yang disediakan panitia tidak cukup

Penulis: Faisal Amin | Editor: Munawir Taoeda
Dok Netizen Kota Ternate
RICUH: Tangkapan layar Netizen. Tampak sejumlah sejumlah orang terlihat bersitegang saat pembukaan MTQ Tingkat Provinsi di Kota Ternate, Maluku Utara, Minggu (24/6/2024) 

TRIBUNTERNATE.COM, JAILOLO - Pembukaan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) XXX Tingkat Provinsi di Kota Ternate, Maluku Utara, diwarnai Kericuhan.

Di mana kericuhan di Asrama Haji Kelurahan Ngade itu terekam dalam sebuah video, yang tersebat di media sosial (Medsos).

Video 1 menit 17 dektik itu memperlihat kericuhan antara Khafila Halmahera Barat dengan Panitia MTQ.

Informasi yang dihimpun TribunTernate.com, kericuhan bermula ketika Khafila Halmahera Barat tidak kebagian tempat duduk, lantaran kursi yang disediakan panitia tidak cukup.

Baca juga: Sehari Ikut Perjalanan Maritim, Bupati Halmahera Selatan dan Sultan Bacan Disambut Ribuan Warga

Ketegangan bermula saat Plt Karo Kesra Halmahera Barat, Fadly Muhammad menyambangi Khafilah yang mengeluh.

Gegara hal tersebut, adu adu mulut pun terjadi hingga nyaris adu jotos.

Beruntung kericuhan tersebut dilerai kontingen kabupaten/kota lain, yang berada di tempat lokasi.

Seorang Kafilah Halmahera Barat yang enggan namanya disebut mengaku resah atas pelayanan panitia.

Menurutnya, kedatangan Khafilah tidak disambut dengan baik, bahkan saat ditanya soal tempat duduk, respon panitia tidak baik.

"Panitia MTQ Provinsi tidak siap untuk melaksanakan hajat ini, buktinya kursi untuk kafilah dan pelatih juga terbatas, miris, "ujarnya.

Lanjutnya, harusnya panitia penyelenggara punya insting pelayanan sebelum hajat di mulai.

Panitia tidak boleh menyediakan kursi terbatas, sebab kedatangan Khafilah di dampingi panitia kabupaten serta para pelatih.

Baca juga: DPRD Halmahera Selatan Minta Pelaku Usaha Karaoke Taat Aturan, Gufran: Sumber PAD Harus Halal

Sehingga kursi harus di hitung sesuai jumlah, dan berapa banyak Khafila MTQ Tingkat Provinsi.

"Yang datang bukan hanya Khafilah, tapi ada pendamping, masa kursi saja jadi persoalan."

"Panitia harusnya menghitung jumlah kontingen dari masing-masing kabupaten/kota, "ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved