Rabu, 15 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pulau Morotai

Tingkatkan Daya Saing, Pemandu Wisata Museum Morotai Maluku Utara Dibina

Sebanyak 40 peserta pemandu wisata museum Morotai dibina oleh Pemkab, melalui Dinas Pariwisata Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com/ Fizri Nurdin
Sebanyak 40 peserta pemandu wisata museum Morotai dibina oleh Pemkab, melalui Dinas Pariwisata Morotai, Provinsi Maluku Utara. Giat bertempat di di D'aloha Resort Jababeka Morotai, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, dibuka langsung oleh Sekda Pemkab Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, Selasa (25/6/2025). 

TRIBUNTERNATE.COM, MOROTAI - Sebanyak 40 peserta pemandu wisata museum Morotai dibina oleh Pemkab, melalui Dinas Pariwisata Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Giat bertempat di di D'aloha Resort Jababeka Morotai, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, dibuka langsung oleh Sekda Pemkab Pulau MorotaiMuhammad Umar Ali, Selasa (25/6/2025).

Umar dalam sambutannya mengatakan pelatihan itu sangat penting, karena merupakan wujud dari Komitmen pemerintah pusat dan daerah khususnya di Kabupaten Pulau Morotai.

Maka itu, kata dia, demi mewujudkannya butuh, dukungan warga ke Pemda Morotai, karena sangat penting dalam pengembangan pariwisata.

Yang mana dibutuhkannya juga Sumber Daya Manusia (SDM) yang kuat dan berdaya saing tinggi, dalam berbagai bidang akan mendukung peningkatan percepatan pembangunan daerah.

Untuk itu, Umar menyarankan ada tujuh rumusan strategi, yang mana menopang pengembangan kekayaan SDA dan budaya yang dimiliki di Pulau Morotai saat ini untuk itu lanjutnya dibutuhkan suatu rumusan strategi kebijakan yang terukur antara lain.

Pertama, meningkatkan potensi budaya lokal melalui kerjasama antara Pemda maupun pihak swasta dan masyarakat.

Baca juga: Tak Ada Kepentingan Politik Burnawan Jadi Pj Bupati Pulau Morotai Maluku Utara

Kedua, meningkatkan potensi budaya lokal yang didukung dengan sentra kerajinan budaya dan peranan masyarakat lokal dan kelompok sadar wisata.

Ketiga, memperbaiki pemasaran destinasi wisata budaya melalui kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam mempromosikan wisata budaya,"

Keempat, memperbaiki infrastruktur pendukung di lokasi pariwisata budaya.

Kelima, memperbaiki tata kelola pada manajemen wisata budaya.

Keenam, perbaikan kualitas SDM sektor pariwisata khususnya pariwisata budaya dengan pelatihan dan pendampingan.

Dan ketujuh, mempertahankan keunikan pariwisata budaya sesuai dengan kearifan lokal.

"Saya berharap adanya pelatihan ini profesionalitas, dan kompetensi SDM, yang dimiliki oleh pemandu wisata museum, dapat ditingkatkan, sehingga memiliki daya saing yang kuat dan berkelanjutan,"imbuhnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pulau Morotai, Saban Lanoni mengatakan, sebagai seorang pemandu wisata museum ini, seyogyanya harus memiliki syarat minimalnya harus menguasai 2 bahasa, baik Indonesia secara baik dan bahasa Inggris.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved