Rabu, 27 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liputan Wisata

Berkunjung ke Keraton Kesultanan Bacan di Halmahera Selatan Maluku Utara 

Bangunan keraton tersebut sekilas mirip rumah tinggal biasa. Namun gaya arsitekturnya masih menunjukkan gaya bangunan Kolonial Belanda.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Ternate
BACAN - Keraton Kesultanan Bacan di Desa Amasing Kota, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Selasa (8/10/2024). 

"Itulah batu bacan yang terkenal," ujar Anto menjelaskan batu yang sempat banyak diburu para pecinta batu akik.

Katanya, beratnya 1,5 ton. Ditemukan di Desa Palamea, Pulau Kasiruta. 

Menurut catatan sejarah, awalnya Kesultanan Bacan berdiri sejak 1322 Masehi di Pulau Makian.

Khawatir ancaman letusan gunung berapi Kie Besi, keraton dipindahkan ke Pulau Kasiruta.

Baik Pulau Makian maupun Pulau Kasiruta saat ini masih tercatat dalam wilayah administrasi Halsel.

Di Pulau Kasiruta, Keraton Kesultanan Bacan bertahan hingga empat sultan memerintah.

Barulah setelah itu Keraton Kesultanan Bacan pindah ke Pulau Bacan hingga sekarang.

Meski pusat pemerintahannya berada di Pulau Bacan, namun wilayah kekuasaannya disebut hingga daerah Papua Barat.

Kesultanan Bacan banyak berperan dalam proses masuknya Islam di bumi Papua. 

Kesultanan Bacan juga disebutkan tidak pernah jatuh ke tangan penjajah Belanda. 

Dalam sejarahnya, kedua pihak hanya pernah memiliki hubungan dagang.

Namun kekuasaan Kesultanan Bacan pun dihapus setelah Indonesia merdeka pada 1945.

Peninggalan Kesultanan Bacan yang masih tersisa hingga saat ini adalah bangunan keraton yang kami kunjungi ini. 

Bangunan keraton tersebut sekilas mirip rumah tinggal biasa. 

Namun gaya arsitekturnya masih menunjukkan gaya bangunan Kolonial Belanda.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved