Kamis, 9 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Liputan Wisata

Berkunjung ke Keraton Kesultanan Bacan di Halmahera Selatan Maluku Utara 

Bangunan keraton tersebut sekilas mirip rumah tinggal biasa. Namun gaya arsitekturnya masih menunjukkan gaya bangunan Kolonial Belanda.

|
Tribun Ternate
BACAN - Keraton Kesultanan Bacan di Desa Amasing Kota, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Selasa (8/10/2024). 

BERKUNJUNG di Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, rasanya belum lengkap jika tak menyempatkan mampir di Keraton Kesultanan Bacan

Maka saat tiba di Labuha, ibu kota Halsel, saya pun mengontak Nurhidayat Hi Gani.

Saya lebih akrab menyapanya Anto. Dia jurnalis TribunTernate.com yang bermukim di Pulau Bacan. 

Dengan bantuan Anto, saya diantar naik sepeda motor ke Keraton Kesultanan Bacan di Desa Amasing Kota, Kecamatan Bacan.

Ternyata hanya sekira 2,2 km dari Hotel Janisy, tempat kami menginap di Jalan Tomori, Desa Labuha, Kecamatan Bacan.

Keraton Kesultanan Bacan_2
KESULTANAN BACAN - Keraton Kesultanan Bacan di Desa Amasing Kota, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Selasa (8/10/2024)

Jika dari Bandara Oesman Sadik berjarak kurang lebih 4 km atau 16 km dari Pelabuhan Babang.

Langit cerah saat kami tiba di keraton ini, Selasa (8/10/2024) siang.

Namun pagar keraton saat itu tertutup. Kami tak bisa masuk.

Jadi saya hanya bisa memandang keraton tersebut dari balik pagar besi bercat putih

Beruntung, pagarnya berupa teralis dan tingginya hanya sekitar 1 meter.

Jadi pengunjung bisa leluasa melihat halaman dan bagian depan keraton.

Sebagai penanda bahwa bangunan tua itu adalah keraton, terdapat dua papan informasi bertuliskan Keraton Sultan Bacan.

Salah satu papan informasi itu tertulis juga sejarah singkat Keraton Sultan Bacan.

Batu bacan raksasa
BATU BACAN - Bongkahan batu bacan berukuran besar di halaman depan Keraton Kesultanan Bacan di Desa Amasing Kota, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Selasa (8/10/2024)

Penanda lain, adanya batu berukuran besar dipajang di halaman depan. Tanpa atap pelindung.

Batu tersebut dominan warna coklat. Salah satu sisinya terlihat bekas pecahan. Warnanya hijau.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved