Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kabinet Prabowo Gibran

Wapres Maruf Amin Pamit, Beri Pesan Menohok: Tidak Perlu Bohong, Tidak Perlu Dilebihkan-lebihkan

Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin baru saja menyampaikan pamitan pada silaturahmi perpisahan dengan Setwapres RI, Kamis (17/10/2024).

Editor: Ifa Nabila
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin saat memberikan sambutan di acara perpisahan dengan Setwapres RI, Kamis (17/10/2024). 

TRIBUNTERNATE.COM - Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin baru saja menyampaikan pamitan pada silaturahmi perpisahan dengan Setwapres RI, Kamis (17/10/2024).

Dalam pidatonya, Ma'ruf Amin memberi pesan menohok soal kebohongan.

Ia menegaskan, kinerjanya selama lima tahun ini tidak perlu dipoles atau dibranding.

Baca juga: Ternyata Ini Posisi Raffi Ahmad di Kabinet Prabowo-Gibran, Bima Arya Sebut Bukan Wakil Menteri

Baca juga: Prabowo Ditegur, Harus Pikir Ulang Pilih 3 Sosok Ini Jadi Menteri, Bahlil hingga Dito Ariotedjo

Ma'ruf hanya menginginkan agar seluruh kinerjanya disampaikan apa adanya oleh siapapun, tanpa harus dibuat baik.

Keinginan Ma'ruf itu bukan tanpa alasan, dirinya mengatakan dengan cara memoles sesuatu menjadi lebih baik padahal nyatanya ada yang kurang baik, merupakan suatu hal kebohongan.

"Kalau dalam bahasa agama tidak perlu membuat kebohongan-kebohongan, iftara," kata Wapres saat silaturahmi perpisahan dengan Setwapres RI, Kamis (17/10/2024).

Ketua Majelis Syuro DPP PKB tersebut lantas menyinggung soal kezaliman yang dilakukan setiap manusia jika berbohong.

Dia menyatakan, tidak ada perbuatan yang lebih zalim kepada Allah selain membuat kebohongan.

"Mana yang lebih zalim kepada Allah daripada membuat kebohongan-kebohongan kepada Allah. Jadi artinya tidak ada yang lebi zalim daripada suatu yang membuat kebohongan di dalam kepada allah. Jadi tidak perlu," kata dia.

Oleh karena itu, mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut meminta agar tidak ada siapapun yang membuat kebohongan tersebut.

Kata dia, kerjanya selama menjadi Wapres harus disampaikan sesuai dengan apa yang dikerjakan tanpa dilebihkan.

"Yang sebenarnya saya (kerjakan) cuma segini, terus dilebih-lebihkan itu jangan, itu namanya membuat kebohongan Itu jangan, personal branding atau apalah," tandas Wapres.

Teguran untuk Prabowo Subianto

Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto, mendapat teguran untuk memikirkan lagi sosok yang ia pilih bakal menjadi menteri.

Tiga orang calon menteri Kabinet Prabowo-Gibran menjadi sorotan oleh Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI).

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved