Rabu, 6 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Benny Laos Meninggal

Selidiki Penyebab Ledakan Speedboat Bela 72 di Taliabu Maluku Utara, Polisi Bakal Periksa Penumpang

Tim gabungan juga sudah mengambil sejumlah sampel barang bukti untuk diuji lab agar mengetahui penyebab ledakan speedboat tersebut.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Laode Havidl | Editor: Isvara Savitri
TribunTernate.com/Laode Havidl
HUKUM: Kapolres Pulau Taliabu, AKBP Totok Handoyo saat diwawancara. 

TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU - Tim Puslabfor Mabes Polri dan Labfor Polda Sulawesi Utara telah melaksanakan olah TKP tragedi kebakaran Speedboat Bela 72 di Pelabuhan Regional Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara.

Tim gabungan juga sudah mengambil sejumlah sampel barang bukti untuk diuji lab agar mengetahui penyebab ledakan speedboat tersebut.

Kapolres Pulau Taliabu, AKBP Totok Handoyo, mengatakan pihaknya mendukung langkah penyelidikan.

Polisi juga akan memeriksa sejumlah saksi dalam hal ini para penumpang Speedboat Bela 72 yang saat itu bersama mendiang Benny Laos saat agenda blusukan di Bobong.

"Dan diharapkan juga tidak hanya diandalkan dari Tim Puslabfor, kita harus menginvestigasi seluruh saksi-saksi yang masih hidup dengan awal titik ledakan dari ruang VIP dengan jumlah korban meninggal dunia 6 orang. Berarti masih ada saksi-saksi yang masih yang bisa kita ambil keterangannya," ungkap AKBP Totok Handoyo belum lama ini.

Baca juga: Hasil Sementara Olah TKP Ledakan Speedboat Bela 72 di Pulau Taliabu, Polisi Bantah Peran 2 OTK

Baca juga: APBD Perubahan Maluku Utara Capai Rp 3,69 Triliun, Sebagian Digunakan Bayar Utang Daerah

Sebelumnya, ia mengungkapkan bahwa hasil investigasi di TKP, terdeteksi segitiga api yang diduga awal peyebab ledakan.

Segitiga api adalah oksigen, pemicu, dan kelembapan BBM jenis pertalite di udara pada presentase 1, 3, hingga 6 persen.

"Ini terjadi karena ruangan tertutup dengan suhu lingkungan yang sangat (kedap). Akan tetapi di bawah (presentase) 1, 3, dan di bawah 6 persen itu tidak akan terjadi ledakan. Sehingga dengan kondisi ini berarti memang di dalam ruang VIP tersebut sudah mencapai titik tersebut, titik kelembapan tersebut ini dari segi oksigen. Dan dari api maupun trigger (pemicu)-nya, kita belum dapat hasilnya karena menunggu hasil uji dari Labfor," jelas Totok.(*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved