Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Sherly Tjoanda

Syarat untuk Sherly Tjoanda, Gubernur Kaltara Zainal Paliwang: Gubernur Malut Harus Pindah Sofifi

Calon Gubernur Maluku Utara terpilih, Sherly Tjoanda, sempat berkonsultasi dengan Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A Paliwang.

|
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Dok Sherly Tjoanda
PILKADA: Cagub Maluku Utara terpilih Sherly Tjoanda bersua Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang. Sherly Tjoanda bertanya soal tips untuk menguatkan ibu kota provinsi, di mana Zainal A Paliwang berhasil dalam membangun Tanjung Selor. 

TRIBUNTERNATE.COM - Calon Gubernur Maluku Utara terpilih, Sherly Tjoanda, sempat berkonsultasi dengan Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A Paliwang.

Sherly Tjoanda bertanya soal tips untuk menguatkan ibu kota provinsi, di mana Zainal A Paliwang berhasil dalam membangun Tanjung Selor.

Kini, Sherly Tjoanda ingin berhasil juga dalam membangun Sofifi jika menjabat gubernur nantinya.

Baca juga: Warga Malut Setuju tapi Sherly Tjoanda Tak Langsung Mau Gantikan Benny Laos, Tunggu Sosok Ini

Baca juga: Sherly Tjoanda Paham Tak Semua Muda-mudi Maluku Utara Mau Kerja Kantoran, Cagub Malut Beri Solusi

Salah satu syarat yang disarankan oleh Zainal A Paliwang adalah Sherly Tjoanda harus bertempat tinggal di Sofifi.

Dalam pertemuan itu, Zainal A Paliwang membagi beberapa tips untuk bertahap memajukan daerah.

"Yang pertama adalah kita bisa mengakomodasi ASN dulu, kita siapkan mereka fasilitas perumahan, misalnya."

"Penyiapan hotel pastinya, sebagai tempat tamu-tamu yang akan berkunjung," jelasnya.

Lebih lanjut, Sherly Tjoanda diharapkan bisa bertempat tinggal di Sofifi.

Adapun istri mendiang Benny Laos itu tercatat sebagai warga Ternate.

"Seperti di Maluku Utara, yang mana ibu kotanya Sofifi, harus nanti Bu Sherly berdomisili di Sofifi, harus berdomisili di sana."

"Kemudian buat tempat kumpulnya anak-anak muda, dibuat di situ kafe-kafe, sehingga ada tempat hiburan di sana," tambah Zainal A Paliwang.

Sherly Tjoanda Ditekan

herly Tjoanda langsung menghadapi tekanan besar setelah kehilangan sang suami, Benny Laos.

Bagaimana tidak, setelah meninggalnya Benny Laos dalam kebakaran speedboat di pertengahan Oktober 2024 lalu, Sherly Tjoanda sudah harus membuat keputusan besar.

Pasalnya, sudah menjadi aturan dari KPU untuk hanya memberi waktu tujuh hari mencari pengganti Benny Laos.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved