Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kecelakaan Speedboat

Cerita Perjuangan Jurnalis Halmahera Selatan Cari Jasad Sahril Helmi Hingga Ketemu

"Dia (Sahril Helmi) sebelum jadi kontributor (Metro TV), itu cukup lama liputan di Halmahera Selatan, "kata Nandar Jabid

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Dok Humas Polda Maluku Utara
KORBAN: Suasana evakuasi jasad kontributor Metro TV Sahril Helmi di Pelabuhan Babang, Halmahera Selatan. Jasadnya ditemukan di pesisir pantai Desa Sabatang setelah 7 hari dilaporkan hilang pada kecelakaan ledakan speedboat Basarnas Ternate 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Para jurnalis media online dan cetak di Halmahera Selatan merasa sangat terpukul atas berpulangnya kontributor Metro TV Maluku Utara, Sahril Helmi.

Sahril sebelumnya dilaporkan hilang dalam insiden meledaknya speedboat RIB 04 milik Basarnas Ternate di perairan Gita, Kota Tidore Kepulauan Minggu (2/2/2025) malam saat ikut misi penyelamatan dua nelayan yang mati mesin.

Pria kelahiran tahun 1994 itu kemudian ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di pesisir pantai Desa Sabatang, Kecamatan Bacan Timur, Halmahera Selatan, Sabtu (8/2/2025) atau tepat hari ketujuh operasi pencarian.

Para jurnalis yang mendengar kabar Sahril menjadi korban ledakan speedboat tersebut, kemudian berinisiatif melakukan pencarian. Mereka melibatkan Anggota Polairud dan dibantu satu anggota Intel Korem 152 Baabullah.

Baca juga: Polisi bersama Jurnalis dan Tim SAR evakuasi jenazah korban ledakan Speed Boat RIB 04

Bermodalkan satu unit speeboat, tim juranalis Halmahera Selatan memulai pencarian di pesisir Pulau Halmahera dan Kayoa, Kamis (5/2/2025).

Pada hari pertama pencarian, mereka menemukan sebuah jaket renang berwarna orange di sekitaran Pulau Koya.

Koordinator tim jurnalis Halmahera Selatan Nandar Jabid mengatakan pihaknya makin yakin bisa menemukan Sahril Helmi ketika mendapat jaket renang tersebut.

Mereka lalu menyisir Pulau Sali Kecil di wilayah Bacan Timur. Namun, hari pertama pencarian belum membuahkan hasil.

"Hari pertama pencarian itu memang cuacanya kurang mendukung tapi kami tetap semangat. Karena bagaimana pun, Sahril adalah teman kami. "

"Dia sebelum jadi kontributor Metro TV, itu cukup lama liputan di Halmahera Selatan, "kata Nandar, Minggu (9/2/2025).

Tim jurnalis Halmahera Selatan memutuskan rehat satu hari. Pada Jumat (7/2/2025), mereka melanjutkan pencarian. Nandar mengungkapkan, mereka sempat melintasi pesiri laut Desa Sabatang, tempat jenazah Sahril Helmi ditemukan.

Hanya saja saat itu, ombak besar dan angin kencang sangat kuat. Sehingga mereka memutuskan balik ke arah Bacan Barat Utara untuk beristirahat sejenak.

"Kami bermalam di Desa Loid, kami tidur di atas pelabuhan. Kelelahan kami bisa terbayar, kala kami sedang bercerita sikap almarhum Sahril Helmi yang suka bercanda ketika sedang liputan, "ungkapnya.

Keesokan harinya, Sabtu (8/2/2025), lanjut Nandar, pencarian dilakukan di perairan Pulau Kasiruta. Berselang beberapa menit kemudian, mereka mendapat informasi ada warga menemukan sosok mayar terkapar di bibir pantai Desa Sabatang.

Tak banyak pikir, Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Halmahera Selatan itu bersama sejumlah rekannya memutuskan ke lokasi penemuan sosok mayat tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved