Jumat, 5 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Warga Bobo Halmahera Selatan Minta PT IMS Tuntaskan Tapal Batas Sebelum Beroperasi

Sejumlah warga Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, menegaskan tak ada penolakan terhadap PT IMS

Tayang:
TribunTernate.com/istimewa
TAPAL BATAS - Sejumlah warga Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, ditemui perwakilan PT IMS beberapa waktu lalu ketika ada perdebatan soal tapal batas antara Desa Bobo dan Fluk. Warga Bobo tegaskan tak ada penolakan terhadap PT IMS, Rabu (12/2/2025). (Foto : Warga) 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Sejumlah warga Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, menegaskan tak ada penolakan terhadap PT Intim Mining Sentosa (IMS) yang tengah menjalankan tahapan eksplorasi di wilayah mereka.

Kaur Pembangunan Desa Bobo, Deni Saudi, menyatakan bahwa sejauh ini tidak ada kata penolakan terhadap PT IMS yang keluar dari mulut warga Bobo secara kolektif.

"Yang menolak adalah oknum-oknum berkepentingan dan ingin mendapatkan sesuatu," katanya, Rabu (12/2/2025).

Baca juga: Cegah Penumpukan, DLH Taliabu Minta Warga Buang Sampah Malam Hari

Deni menjelaskan, persoalan yang mendasar yang dihadapi oleh PT IMS adalah tapal batas antara Desa Bobo dan Desa Fluk.

Persoalan tapal batas tersebut, hanya aspirasi warga Bobo secara keseluruhan, dan menjadi komitmen bersama.

"Warga Bobo hanya mengharapkan tapal batas desa selesai dulu, barulah PT IMS masuk dan beraktivitas di wilayah desa Bobo," jelasnya.

Deni juga menyayangkan ada oknum tokoh agama Desa Bobo yang memprovokasi secara masif ke warga tanpa memikirkan dampaknya.

"Ini yang kami sayangkan. Jadi kalau ditelusuri lebih jauh, memang ada oknum yang punya kepentingan," ungkapnya.

Senada dengan Deni, warga Desa Bobo lainnya, Lendris Lolo, menyebut bahwa Tim External PT IMS telah berkomunikasi dan berdiskusi dengan semua tokoh masyarakat dan unsur pemerintah desa.

Dalam diskusi itu, tidak ada yang menolak kehadiran PT IMS di Desa Bobo. Tetapi yang menjadi tuntutan warga ialah tapal batas.

"Jadi sebelum PT IMS beroperasi,  tapal batas desa diselesaikan dulu. Itu saja sebenarnya," tukas Lendris.

Sementara, tokoh masyarakat Desa Bobo, Adonis Nyigauwa, memastikan warga akan tetap menerima keberadaan PT IMS.

"Kami berharap kepentingan pribadi jangan disangkutpautkan. Kehadiran PT IMS akan membuka lapangan kerja, tapi kan kita sebagai masyarakat lingkar tambang tetap mengawasi," imbuhnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan bersama PT IMS sudah membahas rencana induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dalam rapat konsultasi publik, Kamis (30/1/2025).

Rapat ini juga dihadiri Pemerintah Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, karena Desa Bobo masuk dalam wilayah operasi PT IMS, perusahaan pertambangan nikel.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved